Berita

ilustrasi, Bipolar

Kesehatan

Wuih Ngeri... Gangguan Bipolar Berisiko Bunuh Diri

Gejalanya Depresi Tanpa Sebab Tak Kunjung Reda
MINGGU, 07 OKTOBER 2012 | 08:10 WIB

Gangguan jiwa yang berujung pada depresi tanpa sebab selama dua pekan berturut-turut dan tak kunjung reda, perlu diwaspadai. Bisa jadi itu salah satu indikasi gangguan kejiwaan bipolar. Penyakit ini pun sulit dideteksi dan disembuhkan secara total.

Bipolar merupakan suatu gangguan pada alam perasaan atau mood yang bisa timbul pada waktu tertentu dan suasana hati yang cepat berubah. Pada gang­guan bipolar ini, pasien sering me­rasa senang, hingga ingin me­lakukan banyak hal dan sulit mengontrol keinginannya.

Namun saat merasa sedih, pa­sien sering menarik diri, me­nya­lahkan diri sendiri, bahkan me­mi­liki kecenderungan bunuh diri. Angka kematian akibat bunuh diri yang disebabkan gangguan bipolar ini lebih tinggi diban­dingkan angka kematian bunuh diri dalam populasi umum.

Dokter spesialis kejiwaan Fa­kultas Kedokteran Universitas Indonesia Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM) Suryo Dharmono mengatakan, bipolar merupakan gangguan ji­wa yang bersifat episodik, yang ditandai depresi berke­pan­ja­ngan. Sebab, gang­guan bipo­lar melibat­kan gang­guan sua­sana hati yang ekstrem dan sulit di­kendalikan.

“Bipolar merupakan ganggu­an kejiwaan yang bersifat kronik dan sering berpotensi bunuh diri,” kata Suryo dalam seminar media Rehabilitasi Pa­sien De­ngan Gangguan Bipolar di Ja­karta, Rabu (3/10).

Kepala Departemen Psikiatri RSCM Ayu Agung Ku­su­ma­war­dhani mengatakan, angka ke­ma­tian akibat gangguan bipolar, dua hingga tiga kali lebih tinggi dari pada skizofrenia. Namun, penyakit ini dapat dikendalikan.

“Deteksi dini, diagnosis yang akurat, terapi yang optimal da­pat mengendalikan gejala gang­guan ini dan memperkecil risiko bunuh diri sekaligus mem­per­baiki kuali­tas hidup penderita,” jelas Ayu.

Menurutnya, penyakit bipolar masih sulit dideteksi apa pe­nye­babnya. Namun, telah banyak pen­derita bipolar yang bisa kem­bali bekerja dan berprestasi.

“Mereka sesungguhnya memi­liki kemampuan yang potensial. Banyak anak remaja yang meng­alami bipolar, sebelumnya me­ng­alami penurunan kualitas hi­dup. Kuliah terbengkalai, mi­sal­n­ya. Tetapi setelah pengobat­an, me­reka bisa kembali lagi ke ling­ku­ngan, hidup normal dan ber­prestasi,” terang Ayu.

Untuk mendeteksi adanya gangguan bipolar, menurutnya, bisa menggunakan quesioner yang disebut Mood Disorder Questionaire (MDQ) dengan melihat gejala-gejala pada pa­sien. Yaitu, perasaan gembira yang lebih dari biasanya, sangat irita­bel dan memiliki keperca­yaan diri yang tinggi.

“Gangguan ini bisa berbahaya, karena kebanyakan kasus bipo­lar lebih banyak meninggal ka­rena bunuh diri,” kata Ayu.

Menurut Agung, penanganan gangguan bipolar membutuhkan waktu yang lama dan usaha keras supaya kondisi pasien bisa le­bih stabil dan kembali bekerja.

Peneliti kesehatan dari Univer­sitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Aris Sudiyanto menambahkan, gangguan bipolar merupakan sa­lah satu penyakit multidimensi yang menyerang fisik, emosio­nal serta sosial sekaligus.

 â€Pasien akan mengalami pe­nu­runan kondisi fisik dan mental. Bahkan penderita merasa tidak percaya diri sampai dijauhkan oleh kerabatnya,” ungkap Aris.

Menurut Aris, deteksi dini dan dukungan keluarga harus dila­kukan supaya kondisi pen­derita bisa kembali stabil dan jauh dari risiko bunuh diri aki­bat bi­polar. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya