Berita

Edhie Baskoro Yudhoyono

Wawancara

WAWANCARA

Edhie Baskoro Yudhoyono: Malaysia Beli 32 Panser Anoa, Korsel Beli 8 Pesawat CN 235

SABTU, 06 OKTOBER 2012 | 10:24 WIB

Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono menilai industri pertahanan dalam negeri perlu didukung dengan payung hukum yang jelas agar lebih maju dan siap bersaing.

Dengan alasan itulah, Ibas (sa­­paan akrab Edhie Baskoro Yu­­dhoyono) mengapresiasi di­se­pakatinya Rancangan Un­dang-Undang (RUU) Industri Per­­ta­hanan agar segera diun­dangkan.

“Saya rasa, patut diapresiasi upaya dan sinergitas pemerintah dan Komisi I DPR dalam mem­bahas dan menemukan kesepa­ka­tan yang konstruktif untuk mem­bangun industri pertahanan da­lam negeri,” kata Ibas kepada Rak­yat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Menurut anggota Komisi I DPR itu, saat ini ada keinginan un­­tuk membangkitkan kembali industri di bidang pertahanan. Ma­kanya memerlukan payung hukum yang jelas.

Berikut kutipan selengkapnya:


Apakah hanya dengan pa­yung hukum saja industri per­ta­hanan mampu bersaing de­ngan negara lain?

Tidak hanya itu. Tetapi juga ha­rus ada upaya merevitalisasi in­dus­tri pertahanan. Itu harus se­gera dila­kukan agar menjadi in­dustri perta­hanan yang unggul dan mampu bersaing dengan ne­gara lain.

Selain itu, Indonesia juga harus mengimplementasikan konsep in­dustri pertahanan yang jelas dan terarah serta terperinci. Saya yakin, industri pertahanan kita mampu bersaing dengan negara lain karena kualitasnya juga tidak kalah dengan mereka.


Anda yakin, payung hukum yang sedang dirancang itu da­pat membuat industri pertaha­nan semakin maju?

Saya optimistis  jika ada pa­yung hukum yang jelas akan mem­berikan dorongan terwujud­nya industri pertahanan dalam negeri yang mandiri dan berdaya saing.

Ringkasnya, saya merasa opti­mistis disahkannya RUU Industri Pertahanan ini akan memberikan semangat kemandirian industri per­tahanan dalam penyediaan alat uta­ma sistem senjata (alut­sis­ta) dalam negeri yang lebih ber­mutu.


Memangnya produk-produk alutsista dalam negeri belum bermutu?

Ada potensi besar bahwa pro­duk-produk alutsista buatan da­lam negeri akan semakin diminati negara-negara lain.


Apa buktinya?

Lho, saat ini saja kualitas pro­duk alutsista kita ini diakui ne­gara lain. Nah, kalau pengem­bang­an teknologi pembuatan pro­duk alutsista kita dorong terus, kua­litasnya kita tingkatkan terus, da­pat dibayangkan potensi in­dustri pertahanan kita ke depan.


Negara mana yang berminat produk alutsista buatan kita?

Ada beberapa negara. Selain Ti­mor Leste dan Filipina, Malay­sia dan Korea Selatan juga memi­nati alutsista buatan kita. Tidak hanya itu, Malaysia belum lama ini membeli 32 panser Anoa ber­mesin Benz buatan PT Pindad.


Negara mana yang berminat produk alutsista buatan kita?

Ada beberapa negara. Selain Ti­mor Leste dan Filipina, Malay­sia dan Korea Selatan juga memi­nati alutsista buatan kita. Tidak hanya itu, Malaysia belum lama ini membeli 32 panser Anoa ber­mesin Benz buatan PT Pindad.


Apa yang diminati Korea Selatan?

Korea Selatan sudah membeli 8 pesawat CN 235 buat PT Dir­gantara Indonesia.

Ini bukti bahwa produk kita di­su­kai negara lain. Makanya, da­lam RUU Industri Pertahanan di­­atur agar TNI dan Polri meng­gu­na­kan alutsista dari dalam negeri.

Terkait dengan pembelian sen­jata dari luar negeri kan juga ha­rus memenuhi syarat adanya trans­fer teknologi ke industri da­lam negeri.


O ya, bagaimana perkem­ba­ng­an RUU Veteran?

Pembahasan RUU Veteran merupakan pembahasan RUU ter­cepat antara Komisi I DPR dengan pemerintah. Ini bukti ke­seriusan untuk melindungi vete­ran.

Keseriusan pemerintah terha­dap veteran diwujudkan dengan meng­akomodir jaminan kese­jah­teraan, tempat tinggal layak, dan kesehatan masuk dalam draf RUU. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Eks Relawan: Jokowi Manusia Nggedabrus

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:33

UPDATE

Wall Street Menguat Ditopang Kebangkitan Saham Teknologi

Selasa, 10 Februari 2026 | 08:11

Pemerintah Pastikan Beras Nasional Pasok Kebutuhan Jamaah Haji 2026

Selasa, 10 Februari 2026 | 08:07

KPK Akan Panggil Lasarus dan Belasan Anggota Komisi V DPR Terkait Kasus Suap DJKA

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:49

Harga Emas Dunia Melejit, Investor Antisipasi Kebijakan The Fed 2026

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:36

Menhaj Luncurkan Program Beras Haji Nusantara

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:18

Raja Charles Siap Dukung Penyelidikan Polisi soal Hubungan Andrew dan Epstein

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:15

Prabowo Paham Cara Menangani Kritik

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:09

Saham UniCredit Melejit, Bursa Eropa Rebound ke Level Tertinggi

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:00

Suara Sumbang Ormas

Selasa, 10 Februari 2026 | 06:57

Dirut BPR Bank Salatiga Tersangka Korupsi Kredit Fiktif

Selasa, 10 Februari 2026 | 06:40

Selengkapnya