Berita

Saan Mustopa

Wawancara

WAWANCARA

Saan Mustopa: Komitmen Demokrat Berantas Korupsi Tak Perlu Diragukan

JUMAT, 05 OKTOBER 2012 | 09:34 WIB

Partai Demokrat bertekad kembali jadi jawara di pemilu nanti. Berbagai hal sudah disiapkan, termasuk strategi atau jurus khusus untuk mengambil hati para pemilih.

Wasekjen DPP Demokrat Saan Mustopa sadar, saat ini elek­ta­bilitas Demokrat masih naik turun. Beberapa lembaga survei menyebutkan, suara Demokrat me­rosot sampai ke level 10 per­sen. Namun, hal itu tidak mem­buat kader-kader partai besutan Presiden SBY itu kecil hati. Se­mua kader tetap optimistis me­na­tap pemilu nanti.

“Dalam survei-survei, kami selalu ada di tiga besar. Kadang di urutan tiga, kadang dua, tapi ada juga yang menempatkan di uru­tan pertama. Untuk pemilu, ka­mi ya­kin Demokrat akan ada di uru­tan pertama,” ujar Sekre­taris Frak­si Partai Demokrat DPR ini ke­pada Rakyat Merdeka, kemarin.

Untuk jadi pemenang, Demo­krat sudah menyiapkan tiga jurus, yaitu pemantapan konsolidasi in­ternal, penguatan program ke­rak­yatan, dan peningkatan fre­kuen­si kader turun ke daerah pe­mili­han (dapil). Bagaimanakah pe­lak­sanaan jurus itu, berikut ku­tipan lengkap wawancara dengan anggota Komisi III DPR asal Karawang itu.

 

Apa persiapan Demokrat menghadapi pemilu nanti?

Kami sudah merumuskan tiga stra­tegi agar bisa meraih kemena­ngan kembali. Pertama, kami me­­­lakukan konsolidasi internal agar partai lebih solid dan kuat. Konsolidasi tidak hanya di pusat, tapi sampai pelosok daerah. Saat ini kami sedang membangun in­frastruktur partai sampai tingat RT/RW, agar jangkauan ke pemi­lih semakin dekat. Dengan begi­tu, peluang meraih dukungan dari masyarakat semakin besar.

Kedua, kami sedang meng­gen­­jot program-program yang ber­­sentuhan langsung dengan rak­­yat. Baksos, pengobatan gra­tis, ke­giatan kepemudaan, olah­­ra­­ga, dan penyuluhan terus kami gala­kan. Bukan hanya oleh DPP, tapi se­­mua kader, termasuk per­­­sa­tuan is­tri-istri anggota DPR Demokrat. Ka­­­mi ingin kehadiran partai da­pat di­rasakan nyata oleh ma­syarakat.

Ketiga, kami mendorong para anggota dewan Demokrat di tiap level untuk lebih rajin turun ke da­pil. Hari libur jangan diguna­kan untuk leha-leha, tapi untuk menggunjungi konstituen di la­pangan. Dengan cara ini, saya ya­kin rakyat yang dulu pilih De­mo­krat akan kembali pilih De­mokrat di pemilu nanti. Selain itu, akan banyak pemilih baru yang tertarik pada Demokrat.

 

Kabarnya, masih ada kereta­kan internal di pusat?

Oh tidak. Kami sangat solid. Se­mua kader sadar, kalau ingin menang, kebersamaan jadi harga mati. Ini sudah jadi tekad semua. Dan sebenarnya, dari dulu kami solid, cuma di luar saja sering di­se­but tidak solid. Menghadapi pe­milu yang sudah dekat ini, kami makin solid.


Bagaimana dengan kader-ka­der partai seperti Nazarud­din, Angelina Son­dakh, dan Hartati Murdaya yang terjerat kasus korupsi, apa tidak menganggu Demo­krat?

Untuk Nazaruddin, sudah jelas dia bukan kader Demokrat lagi. Se­jak awal terlibat kasus, dia su­dah dikeluarkan. Untuk yang lain, kami juga jelas, tidak pernah me­lakukan intervensi hukum.

Oknum di setiap partai itu sela­lu ada. Yang perlu dilihat adalah ko­mitmen partai tersebut dalam pemberantasan korupsinya bagai­mana. Saya rasa publik sekarang sudah pintar. Mereka bisa mem­bedakan partai yang benar-benar komitmen dalam pemberantasan korupsi. Komitmen Demokrat dalam pemberantasan korupsi tidak perlu diragukan.

 

Soal rekrutmen caleg, apa yang dilakukan Demokrat?

Dalam melakukan rekrutmen, kami tidak serampangan. Penja­ringan dilakukan dengan sangat ketat. Hanya caleg yang benar-be­nar bagus, berkompeten, ber­inte­gritas, dan punya jejak re­kam yang bagus yang akan di­or­bitkan.

Untuk caleg berkualitas ini, De­mokrat juga akan mener­jun­kan para tokoh partai yang seka­rang duduk di eksekutif. Para to­koh itu sudah komitmen untuk ber­juang memenangkan pemilu nanti. Mereka rela meski harus turun gunung.

 

Apa Demokrat akan mere­ktrut artis seperti partai lain?

Untuk artis, belum terpikir. Se­karang, Demokrat memilih memberdayakan kader artis yang ada.  

 

Ada pesan khusus Presiden SBY bagi Demokrat dalam meng­­hadapi pemilu?

Pak SBY selalu berpesan, se­mua kader Demokrat terus ber­ko­mitmen dengan rakyat. Kader ha­rus banyak turun, mengabdi, dan berinteraksi. Karena point pen­ting par­tai adalah hadir di tengah-tengah masyarakat.   [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Relawan Jokowi: Rismon Sianipar Pengecut!

Jumat, 13 Maret 2026 | 01:05

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

UPDATE

Transaksi Jakarta Melonjak Triliunan Selama Ramadan

Minggu, 22 Maret 2026 | 08:18

Pengiriman Pasukan ke Gaza Harus Lewat Mekanisme PBB

Minggu, 22 Maret 2026 | 07:51

Lapangan Banteng Disiapkan Jadi Lokasi Halalbihalal Warga Jakarta

Minggu, 22 Maret 2026 | 07:09

Ekspor Ikan RI dari Januari Hingga Lebaran 2026 Capai Rp16,7 Triliun

Minggu, 22 Maret 2026 | 06:51

Mengulas Kisah Leluhur Nabi Muhammad

Minggu, 22 Maret 2026 | 06:27

Gema Takbir Idulfitri Ubah Nuansa Angker Lawang Sewu

Minggu, 22 Maret 2026 | 05:59

TNI dan Gapoktan Songsong Asta Cita Lewat Panen Raya di Merauke

Minggu, 22 Maret 2026 | 05:45

Kerajaan Nusantara dan Cadangan Devisa Emas

Minggu, 22 Maret 2026 | 05:17

Kemnaker Perluas Akses Pelatihan Vokasi Nasional 2026

Minggu, 22 Maret 2026 | 04:58

Darurat Keselamatan Maritim

Minggu, 22 Maret 2026 | 04:28

Selengkapnya