Berita

PT Tata Motors Indonesia (TMI)

Otomotif

Tata Motors Siap Garap Pasar Mobil Berbahan Bakar CNG

Perkuat Market Otomotif Indonesia
SENIN, 01 OKTOBER 2012 | 08:11 WIB

.Mengawali debutnya di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2012, produsen mobil India, PT Tata Motors Indonesia (TMI), siap mendukung program pemerintah. Melalui teknologi ramah lingkungan, Tata menampilkan beberapa kendaraan berbahan bakar alternatif, yaitu Compressed Natural Gas (CNG).

Teknologi ini diklaim sudah meluas di seluruh dunia dan mam­pu bersaing di pasar oto­motif In­donesia. Presiden Di­rec­tor PT TMI Biswadev Sengupta yakin kendaraannya mam­pu ber­saing di pasar otomotif Indonesia.

“Kami siap de­ngan teknologi al­ternatif, CNG da­­lam portofolio pro­duk Tata Mo­tors. Mulai dari hybrid, diesel-elec­­­tric hybrid, fuel cell dan elek­trik. Tata akan me­nampilkan koleksi kendaraan baru­nya, yaitu Tata Xe­­non CNG (single cab), Tata Nano CNG, Tata Starbus CNG, dan Tata Magic CNG,” ung­kapnya di booth Tata Motors di IIMS Jakarta, Kamis (27/9).

Tata Motors mengembangkan CNG secara in-house terpadu, yang dilakukan oleh ahli mesin Tata Motors tidak melalui tangan ketiga atau after market. Se­hing­ga konsumen dapat menik­mati CNG dan instalasinya yang lebih aman dan terjamin.

“Mensuplai bahan bakar me­lalui CNG Injection System dapat menjamin suplai bahan bakar sa­ngat presisi dan membuat nya­man pengendara,” kata Sengupta.

Sistem ini juga telah diuji lang­sung dan dinyatakan lolos uji oleh Tata Motors Engineering. Kua­litas dan keamanannya di­klaim sudah sesuai dengan stan­dar kelayakan global.

“Kami sedang mempelajari pasar Indonesia, seiring dengan penggunaan bahan bakar alter­natif CNG pada jenis kendaraan kami mulai dari segmen ko­mer­sial dan trans­portasi umum,” tuturnya.

Sengupta me­yakinkan, tek­no­logi ini aman, ti­dak mudah me­le­dak karena lebih ringan dari uda­ra dan CNG berbe­da dengan elpiji.

CNG Injection Sytem ini me­mi­liki fitur Automatic Change­over Program yang berbeda dengan Ageng Pemegang Merek (APM) lain. Fitur khusus ini me­mung­kinkan mesin beroperasi dengan smooth dan temperatur mesin terkontrol dengan baik.

Fitur ini diklaim  mampu mem­prediksi adanya kerusakan mesin dan perubahan dari mode bahan bakar satu, ke bahan bakar lain­nya agar lebih aman dan meng­hilangkan potensi kecelakaan.

“Teknologi ini secara teknis bisa membuat biaya operasional lebih kecil, jarak tempuh lebih banyak, lebih irit dari bensin atau diesel. Bahkan bisa mengurangi biaya perawatan, meningkatkan usia pakai busi, toxic rendah dan tidak akan mengeluarkan asap hitam,” jelasnya. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya