PT Tata Motors Indonesia (TMI)
PT Tata Motors Indonesia (TMI)
Teknologi ini diklaim sudah meluas di seluruh dunia dan mamÂpu bersaing di pasar otoÂmotif InÂdonesia. Presiden DiÂrecÂtor PT TMI Biswadev Sengupta yakin kendaraannya mamÂpu berÂsaing di pasar otomotif Indonesia.
“Kami siap deÂngan teknologi alÂternatif, CNG daÂÂlam portofolio proÂduk Tata MoÂtors. Mulai dari hybrid, diesel-elecÂÂÂtric hybrid, fuel cell dan elekÂtrik. Tata akan meÂnampilkan koleksi kendaraan baruÂnya, yaitu Tata XeÂÂnon CNG (single cab), Tata Nano CNG, Tata Starbus CNG, dan Tata Magic CNG,†ungÂkapnya di booth Tata Motors di IIMS Jakarta, Kamis (27/9).
Tata Motors mengembangkan CNG secara in-house terpadu, yang dilakukan oleh ahli mesin Tata Motors tidak melalui tangan ketiga atau after market. SeÂhingÂga konsumen dapat menikÂmati CNG dan instalasinya yang lebih aman dan terjamin.
“Mensuplai bahan bakar meÂlalui CNG Injection System dapat menjamin suplai bahan bakar saÂngat presisi dan membuat nyaÂman pengendara,†kata Sengupta.
Sistem ini juga telah diuji langÂsung dan dinyatakan lolos uji oleh Tata Motors Engineering. KuaÂlitas dan keamanannya diÂklaim sudah sesuai dengan stanÂdar kelayakan global.
“Kami sedang mempelajari pasar Indonesia, seiring dengan penggunaan bahan bakar alterÂnatif CNG pada jenis kendaraan kami mulai dari segmen koÂmerÂsial dan transÂportasi umum,†tuturnya.
Sengupta meÂyakinkan, tekÂnoÂlogi ini aman, tiÂdak mudah meÂleÂdak karena lebih ringan dari udaÂra dan CNG berbeÂda dengan elpiji.
CNG Injection Sytem ini meÂmiÂliki fitur Automatic ChangeÂover Program yang berbeda dengan Ageng Pemegang Merek (APM) lain. Fitur khusus ini meÂmungÂkinkan mesin beroperasi dengan smooth dan temperatur mesin terkontrol dengan baik.
Fitur ini diklaim mampu memÂprediksi adanya kerusakan mesin dan perubahan dari mode bahan bakar satu, ke bahan bakar lainÂnya agar lebih aman dan mengÂhilangkan potensi kecelakaan.
“Teknologi ini secara teknis bisa membuat biaya operasional lebih kecil, jarak tempuh lebih banyak, lebih irit dari bensin atau diesel. Bahkan bisa mengurangi biaya perawatan, meningkatkan usia pakai busi, toxic rendah dan tidak akan mengeluarkan asap hitam,†jelasnya. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55
UPDATE
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23