ilustrasi, Beauty Contest ITF Sunter
ilustrasi, Beauty Contest ITF Sunter
Bila ketiga peserta lelang tidak loÂlos verifikasi, panitia lelang tenÂÂtunya harus menggelar tender ulang. Terhambatnya proses beauty contest ini mengÂindiÂkaÂsikan adanya dugaan, ketiga peÂserta lelang tidak memiliki moÂdal seperti yang diamanatkan daÂlam aturan mengikat.
Menuru Ketua Jakarta ProÂcuÂrement Monitoring (JPM) Ivan Parapat, situasi dan kondisi terÂsebut bisa jadi salah satu beban baÂgi Gubernur DKI Jakarta terÂpilih dalam pilkada langsung.
“KaÂlau memang ketiga peserta leÂlang ITF tidak lolos verifikasi, ya harus ditender ulang,†ujarnya.
Hingga kini, sambung Ivan, baÂnyak pihak yang khawatir akan adaÂnya permainan untuk meloÂloskan ketiga perusahaan peserta leÂlang, meski tidak meÂmiliki keÂmampuan finansial meÂmadai.
“Dikhawatirkan, bila panitia leÂlang tetap memaksakan, akan berÂdampak buruk buat cagub-caÂwagub terpilih,†tuturnya.
Dia mengingatkan Dinas KeÂbersihan DKI agar tidak berÂmain-main dalam proyek peÂngelolaan sampah ini. Jangan samÂpai paÂniÂtia lelang tidak melaÂkukan peÂngeÂcekan langsung perÂsyaratan adÂministrasi ketiga peÂrusahaan itu. Sehingga memÂbeÂrikan jamiÂnan bahwa proses pelelangan ITF SunÂter tidak cacat hukum.
“Jangan sampai kasus ini meÂnyandera pemimpin baru JaÂkarÂta,†tegas Ivan.
Dinas Kebersihan DKI, ingatÂnya, tak boleh main-main daÂlam proyek pengelolaan sampah ini. Panitia lelang harus mengeÂcek langsung persyaratan admiÂnisÂtraÂsi ketiga perusahaan peserta leÂlang agar proses lelang tidak caÂcat hukum.
“Apalagi proyek sampah moÂdern ini barometer pengolahan sampah di Indonesia,†katanya.
Ketiga perusahaan yang berhak mengikuti beauty contest, yakni PT Phoenix Pembangunan IndoÂnesia (kerja sama dengan SingaÂpura), PT Jakarta Green InitiaÂtives (kerja sama dengan Jepang), dan PT Wira Gulfindo Sarana (kerÂja sama dengan India).
Berkaitan dengan hal ini, angÂgota KoÂmisi D DPRD DKI JaÂkarta M SaÂnusi mengatakan, tiga perusahaan peserta lelang ITF diwajibkan mengantongi modal 30 persen, atau Rp 390 miliar dari total inÂvestasi Rp 1,3 trilliun. Sejauh ini, disinyalir terdapat perusahaan peserta lelang yang tidak punya modal investasi yang mencukupi.
Sanusi menjelaskan, dari tiga perusahaan peserta lelang ITF, hanya satu yang memiliki moÂdal 30 persen atau Rp 390 miliar dari total investasi Rp1,3 triliun. SeÂdangkan dua perusahaan lainÂnya tidak punya cukup modal untuk dana investasi.
Menurutnya, satu perusahaan yang memiliki modal 30 persen sesuai rekomendasi Pansus ITF Sunter DPRD adalah PT Jakarta Green Initiatives. Perusahaan yang bekerja sama dengan JeÂpang itu telah menyerahkan bukÂti deÂposito sesuai syarat yang ditetapkan.
Sedangkan dua perusahaan lainnya, yakni PT Phoenix PemÂbangunan Indonesia dan PT Wira Gulfindo Sarana belum memeÂnuhi syarat kecukupan modal, meski sudah melampirkan surat dukungan dari bank.
Dinas Kebersihan DKI Masih Tunggu Bank Statement
Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Eko Bharuna mengaku serius menggarap proyek ITF Sunter ini. Ia menegaskan, tidak ingin proyek ini terhenti di teÂngah jalan, karena perusahaan peÂmeÂnang lelang investasi terÂnyata tiÂdak punya dana cukup untuk membangun ITF.
“Investor harus punya dana khusus untuk ITF. Kami tidak mau kalau hari ini ada uangnya, tetapi pas sudah menang lelang, dana di bank langsung mengÂhiÂlang. Lalu mandek, berhenti dan mangkrak,†tegasnya.
Sebelumnya, Dinas KeberÂsihÂan DKI menunda lelang beauÂty contest karena tiga perusahaan peserta belum memenuhi syarat adÂministrasi yang ditentukan, yak-ni belum menyerahkan bank statement (pernyataan bank) yang menjamin dana dalam reÂkening ketiga perusahaan itu meÂruÂpakan milik sendiri, bukan dana titipan.
“Jadi kami berikan kesemÂpaÂtan kepada mereka untuk mendaÂpatkan bank statement. Untuk itu, kami batalkan pelakÂsanaan leÂlang,†kata Eko.
Menurutnya, pembatalan terseÂbut merupakan langkah terbaik yang harus dilakukan. Sebab, DiÂnas Kebersihan tak ingin proÂÂyek pembangunan ITF Sunter terÂhenti di tengah jalan karena peÂruÂsahaan pemenang lelang inÂvestasi ternyata tidak punya dana cukup untuk membangun ITF.
Eko tidak mau nasib ITF SunÂter akan sama dengan nasib moÂnorel yang terhenti karena inÂvestornya kekurangan dana, dan kini mangkrak begitu saja.
Bank statement, lanjutnya, saÂngat penting untuk kelangÂsuÂngan proyek ITF Sunter. Sebab, pemÂbangunan tempat pengoÂlahan sampah terpadu dalam kota ini dibangun dari dana inÂvestasi inÂvestor, bukan berasal dari APBD DKI.
“Jadi, investor harus punya daÂÂna khusus untuk ITF. Kami tidak mau kalau hari ini ada uangnya, tetapi pas sudah meÂnang lelang, dana di bank langÂsung menghiÂlang. Lalu mandeg, berhenti dan mangkrak,†tegasnya.
Eko mengaku sudah mengeÂtaÂhui ketiga perusahaan tersebut memiliki dana investasi sebesar 30 persen dari total dana investasi ITF Sunter sebesar Rp 1,3 triliun. Namun, ketiganya belum meÂmiliki surat keterangan dari bank bahwa dana itu miliknya. “Kami belum bisa menentukan batas waktunya kapan penyerahan bank statement,†ungkapnya.
Seperti diketahui, salah satu reÂkomendasi DPRD DKI adalah peÂrusahaan yang mengikuti lelang beauty contest harus meÂmiliki moÂdal 30 persen dari total investasi Rp 1,3 trilliun. Saat ini, ada tiga peruÂsahaan yang lolos praÂkuaÂlifikasi akan mengikuti proses beauty contest yang akan dilangÂsungkan di Balaikota DKI. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36
Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00
Senin, 25 Mei 2026 | 08:33
Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43
Senin, 25 Mei 2026 | 23:14
Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19
Senin, 01 Juni 2026 | 04:00
UPDATE
Selasa, 02 Juni 2026 | 20:01
Selasa, 02 Juni 2026 | 19:46
Selasa, 02 Juni 2026 | 19:16
Selasa, 02 Juni 2026 | 19:13
Selasa, 02 Juni 2026 | 19:09
Selasa, 02 Juni 2026 | 19:08
Selasa, 02 Juni 2026 | 19:05
Selasa, 02 Juni 2026 | 18:50
Selasa, 02 Juni 2026 | 18:47
Selasa, 02 Juni 2026 | 18:46