Berita

presiden SBY/ist

Abdul Rasyid: MP3EI Sudah Matang

SENIN, 24 SEPTEMBER 2012 | 06:48 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Penilaian anggota Forum Keamanan Nasional Indonesia (FKN), Haris Azhar, yang mengatakan bahwa RUU Keamanan Nasional (Kamnas) memiliki kaitan dengan Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dikecam kalangan pemerintah.

Menurut Staf Khusus Menteri Kordinator Perekonomian, Abdul Rasyid, penilaian seperti itu sangat tidak tepat dan cenderung tendensius serta mengada-ada. Bila dibiarkan, pandangan tersebut dapat menyesatkan masyarakat.

Sebagai warganegara yang baik, sebut Rasyid, kalangan LSM memang harus mewaspadai RUU Kamnas. Bahkan, RUU apapun yang sedang dibahas di DPR perlu dikritisi agar sedapat mungkin berpihak bagi kepentingan rakyat banyak.

"Tapi kalau (RUU Kamnas) dikaitkan dengan MP3EI, itu terlalu jauh dan ngawur. Apalagi, disebutkan bahwa kunjungan SBY ke London dan AS dalam rangka mematangkan MP3EI," katanya kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin pagi, 24/9).

"MP3EI itu sudah matang. Dan tak ada kaitannya dengan pihak asing. Malah faktanya adalah MP3EI itu didesain untuk membangun ekonomi Indonesia bagi kesejahteraan rakyat," sambungnya.

Lagi pula, masih kata Rasyid, AS dan Inggris sedang mengalami krisis.

"Jadi, untuk apa SBY bermitra dengan mereka untuk membangun Indonesia yang pertumbuhan ekonominya saat ini sedang dalam keadaan baik dan selalu mengalami pertumbuhan," demikian Rasyid. [guh]


Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Aneh Sekali! Legalisir Ijazah Jokowi Tanpa Tanggal, Bulan, dan Tahun

Jumat, 13 Februari 2026 | 02:07

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

UPDATE

Alpriado Osmond Mangkir, Sidang Mediasi di PN Tangerang Ditunda

Senin, 23 Februari 2026 | 16:17

Dasco Minta Impor 105 Ribu Mobil Pikap dari India Ditunda

Senin, 23 Februari 2026 | 16:08

Tiongkok Desak AS Batalkan Tarif Trump Usai Putusan MA

Senin, 23 Februari 2026 | 16:02

SBY Beri Wejangan Geopolitik ke Peserta Pendidikan Lemhannas

Senin, 23 Februari 2026 | 15:55

Subsidi untuk Pertamina dan PLN Senilai Rp27 Triliun Segera Cair

Senin, 23 Februari 2026 | 15:53

Putaran Ketiga Perundingan Nuklir Iran-AS Bakal Digelar 26 Februari di Jenewa

Senin, 23 Februari 2026 | 15:42

KPK Buka Peluang Panggil OSO Terkait Fasilitas Jet Pribadi Menag

Senin, 23 Februari 2026 | 15:38

Perjanjian Dagang RI-AS Jangan Korbankan Kedaulatan Data

Senin, 23 Februari 2026 | 15:24

Palguna Diadukan ke MKMK, DPR: Semua Pejabat Bisa Diawasi

Senin, 23 Februari 2026 | 15:24

Polisi Amankan 28 Orang Lewat Operasi Gakkum di Yahukimo

Senin, 23 Februari 2026 | 15:23

Selengkapnya