Berita

akbar tandjung

Wawancara

WAWANCARA

Akbar Tandjung: Evaluasi Pencalonan Ical Tergantung Pengurus DPD

SELASA, 18 SEPTEMBER 2012 | 10:11 WIB

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung mengakui tidak ada agenda evaluasi Aburizal Bakrie (Ical) sebagai calon presiden dalam Rapimnas Partai Golkar, 18 Oktober 2012.

“Saya kira terlalu dini dieva­lua­si, Pak Aburizal Bakrie kan baru ditetapkan Partai Golkar seba­gai calon presiden. Makanya tidak ada agenda resmi soal itu da­lam Rapimnas,’’ kata Akbar Tan­djung kepada Rakyat Mer­deka, kemarin.

 Bekas Ketua Umum Partai Gol­kar itu menjelaskan, agenda res­mi Rapimnas membahas per­siapan tata cara, sistem, dan pe­ne­tapan calon anggota DPR da­lam Pemilu 2014.

Seperti diketahui, Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Nurul Arifin mengatakan, mengevaluasi pan­calonan Ical sebagai capres dari Partai Golkar bisa saja dilakukan.

 â€œSekarang ini sudah final ya. Tapi kan ada evaluasi. Evaluasi bi­­sa dilakukan karena ada peru­ba­­han pemikiran dari Pak Ical sen­­diri sehingga perlu dilakukan evaluasi. Pencapresan kan ter­gantung popularitas dan elekta­bilitas. Kalau elektabilitas tidak naik-naik sehingga tidak me­me­nuhi keinginan, maka akan dila­kukan evaluasi. Pak Ical juga realistis,” kata Nurul.

Akbar Tandjung selanjutnya mengatakan, memang tidak ada agenda resmi untuk evaluasi pen­capresan Ical. Tapi semuanya ter­gantung aspirasi yang ber­kembang dalam Rapimnas.

“Itu tergantung bagaimana nan­­tinya.  Kalau ada yang meng­usulkan dilakukan evaluasi, maka Rapimnas harus bersikap menye­tujui atau tidak terhadap usulan itu,” paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya:


Kalau begitu masih ada kemung­kinan Ical dievaluasi dong?

Tergantung DPD-DPD ting­kat satu saja. Harus dijelaskan juga alasannya apa dan sejauh ma­na Rapimnas menyetujui usu­lan itu, jika memang benar-benar ada usu­lan semacam itu. Yang jelas da­lam Rapimnas Oktober menda­tang, tidak ada agenda eva­luasi pen­capresan Pak Aburizal Bakrie.


Apakah benar ada sejumlah kader Golkar meminta evaluasi karena Ical belum memenuhi komitmennya membangun gedung DPP Partai Golkar?

Kalau memang ada kader mem­­pertanyakan hal itu, bisa saja disampaikan dalam Rapimnas. Tapi itu tergantung DPD-DPD tingkat satu.

Sejauhmana mereka meng­anggap pertanyaan itu urgen atau tidak. Tergantung mereka, ka­rena mereka peserta resmi Ra­pimnas.

Memang publik sudah banyak yang tahu bahwa pernah dijanji­kan dan disampaikan oleh Pak Ical untuk membangun gedung se­tinggi 25 lantai dan membe­ri­kan dana abadi ke partai sebesar Rp 1 triliun.

Semua tergantung DPD, kalau mereka menganggap hal itu urgen untuk dipertanyakan, ya silakan saja. Itu kan kewe­nangan DPD untuk mena­nya­kan itu.


Apakah penetapan Ical sebagai capres ini sudah final?

Di dalam politik itu tidak bisa memastikan seperti itu. Tapi yang penting tidak ada niat atau agenda untuk melakukan eveluasi dalam Rapimnas mendatang.

Kalau mau mengevaluasi Pak Aburizal Bakrie sekarang, itu te­lalu dini karena baru dikukuh­kan secara resmi beberapa bulan lalu.

Tapi kami lihat perkem­ba­ngan-perkembangan ke depan seperti apa.


Apanya yang dilihat?

Ke depan kami akan lihat per­kembangan elektabilitas Pak Ical seperti apa. Kami akan pantau perkembangan tanda-tanda elek­tablitasnya naik atau diam saja, atau bahkan turun. Kalau seka­rang ini kan terlalu dini bicara ten­­tang evaluasi. Partai belum menetap­kan langkah-langkah baru terha­dap perkembangan sekarang.

   

Anda yakin elektabilitas Ical naik?

Kalau elektabilitas itu kan ter­gantung dari sejauhmana publik menilai yang bersangkutan, ba­gaimana persepsi masyarakat ter­hadap yang bersangkutan. Itulah yang akan menentukan elektabi­litas Pak Aburizal Bakrie.

Sejauh ini, yang kami ketahui bahwa elektabilitas Partai Golkar cukup baik. Mes­ki demikian, kami masih ingin me­naikkan elektabilitas partai.


Artinya, elektabilitas partai saja yang naik ya?

Yang nampak memang elekte­bilitas partai yang naik. Ada lem­baga survei terkahir yang hasil­nya elektabilitas berada pada no­mor satu dibanding dengan par­tai-partai lainnya.

   

Memangnya Golkar tidak punya jurus jitu untuk menaik­kan elektabilitas Ical?

Saya pikir apa yang diper­soal­­­­kan dan disampaikan oleh pu­blik terhadap yang ber­sang­kutan itu salah satu yang harus diper­hati­kan Pak Aburizal Ba­krie. Misal­nya, soal kasus La­pindo.

Itu salah satu yang akan mem­pengaruhi elektabilitas yang ber­sangkutan. Apa yang disam­pai­kan oleh publik hendaknya men­jadi perhatian karena akan ber­pengaruh. Kalau kasus Lapindo tidak selesai maka akan mem­penga­ruhi elektabilitas Pak Abu­rizal Bakrie.


Artinya, elektabilitas partai saja yang naik ya?

Yang nampak memang elekte­bilitas partai yang naik. Ada lem­baga survei terkahir yang hasil­nya elektabilitas berada pada no­mor satu dibanding dengan par­tai-partai lainnya.

   

Memangnya Golkar tidak punya jurus jitu untuk menaik­kan elektabilitas Ical?

Saya pikir apa yang diper­soal­­­­kan dan disampaikan oleh pu­blik terhadap yang ber­sang­kutan itu salah satu yang harus diper­hati­kan Pak Aburizal Ba­krie. Misal­nya, soal kasus La­pindo.

Itu salah satu yang akan mem­pengaruhi elektabilitas yang ber­sangkutan. Apa yang disam­pai­kan oleh publik hendaknya men­jadi perhatian karena akan ber­pengaruh. Kalau kasus Lapindo tidak selesai maka akan mem­penga­ruhi elektabilitas Pak Abu­rizal Bakrie.


Apakah Anda sudah menyam­­paikan hal itu ke Ical?

Sebagai Ketua Dewan Pertim­bangan Partai Golkar, saya per­nah menyampaikan itu di dalam pertemuan. Bahkan dalam Ra­pim­nas yang lalu pun saya me­nyebut soal itu. Tetapi sejauh­mana hal tersebut sudah dilaku­kan, ya silakan tanyakan kepada yang bersangkutan.

Harus diketahui bahwa jika ka­sus Lapindo tidak diselesaikan ma­ka akan mempengaruhi citra pu­blik kepada yang bersang­kutan. Itu citra, karena politisi itu kan sangat bergantung dengan citra. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai untuk Bangun Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16

7 Cara Mencegah ISPA saat Musim Kemarau

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:10

ITDC Buka Suara soal Laporan Dugaan Korupsi PPK Mandalika ke KPK

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:07

Nadiem Apresiasi Mahasiswa yang Turun ke Jalan

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:04

Usulan Penderita TB Jadi Penerima MBG Harus Dikaji Matang

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01

Kemenkeu Belum Berminat Miliki Saham BEI

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59

Tiga Pejabat Bea Cukai Segera Diadili Gegara Terima Suap dan Gratifikasi Rp71 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:53

Update Harga iPhone Terbaru di Indonesia 22 Juni 2026

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:49

Kuasa Hukum Sulaiman Minta Komnas HAM Awasi Dugaan Kriminalisasi

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:45

Joko Anwar Umumkan Pengabdi Setan 3 Akan Tayang 2027

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:32

Selengkapnya