Berita

PT Tata Motor Indonesia (TMI)

Otomotif

Produsen Mobil India Bakal Bangun Pabrik Di Indonesia

Tata Tawarkan Kendaraan Irit & Ramah Lingkungan Di IIMS
SABTU, 15 SEPTEMBER 2012 | 08:08 WIB

Produsen mobil terbesar asal India, PT Tata Motors melalui anak usahanya, PT Tata Motor Indonesia (TMI) akan membuka pabrik perakitan mobilnya pada 2013 di Indonesia. Agen Pemegang Merek (APM) Tata ini, siap memasarkan mobil berbahan bakar irit dan ramah lingkungan di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2012 pada 20 September.  

Hal itu dilakukan untuk men­dukung program pemerintah da­lam penggunaan bahan bakar alternatif. Dalam ekspansinya, Tata akan fokus di pasar ken­da­raan penumpang dan ko­mer­sial yang dianggap dianggap me­miliki potensi besar.

 President Director TMI Bis­wadev Sengupta meng­atakan, menurut hasil risetnya, Indone­sia adalah pasar yang potensial bagi Tata Motors karena kondisi ope­rasional dan ke­butuhan kon­­­su­men­nya mirip de­ngan kon­sumen di India.

“Indonesia adalah pasar yang potensial. Kami sangat yakin dan mampu menyediakan solusi mo­bilitas yang cerdas bagi kon­­su­men di sini. Saat ini, fokus uta­manya adalah membangun jari­ngan layanan dan suku cadang yang kuat,” kata Sengupta di acara peluncuran TMI di In­donesia, Selasa (11/9).

Menurut Sengupta, mobil de­ngan kriteria tersebut dinilai pa­ling tepat dengan kondisi di Indonesia saat ini.

“Ken­daraan berbahan bakar irit dan ramah lingkungan ada­lah pi­lihan yang  tepat untuk pasar oto­motif In­do­nesia. Tata pun siap meramaikan kendaran tersebut bersama APM lain,” tuturnya.

Menurut Sengupta, kehadiran­nya bukan un­tuk me­nyaingi oto­motif Je­pang di pasar otomotif Indo­nesia. “Kami ingin mem­ben­tuk seg­men pasar sendiri yang sesuai dengan kebu­tuhan Indo­nesia ,” tegasnya.

Dia menambahkan, Tata Indo­nesia akan meluncurkan pro­duk­nya setelah memiliki 15 dealer resmi yang melayani penjualan, servis dan suku cadang.

“Dalam periode tiga tahun, Ta­ta menargetkan membuka 60 dealer, 100 bengkel dan lebih dari 300 toko suku cadang. Peru­sa­haan juga merencanakan men­dirikan basis manufaktur di In­donesia dan melayani negara-negara di kawasan Asia Teng­gara,” terangnya.

Tata belum bisa me­nyebutkan berapa nilai inves­tasi untuk membangun pabrik tersebut. “Yang pasti perusahaan kami siap memasarkan kendaraan berbahan bakar irit dan ramah ling­ku­ngan untuk wilayah ASEAN,” tukasnya.

Executive Director Com­mer­cial Vehicles Tata Motors Ravi Pisharody optimistis, produknya bakal menjadi pilihan cerdas ba­gi konsumen Indonesia.

“Pasar mo­bil penumpang dan kendaraan komersial akan tum­buh lebih cepat,” katanya tanpa menyebut besaran angka pasar kedua ka­tegori kendaraan itu.

Produsen mobil India ini juga akan memamerkan produknya acara Indonesia International Motor Show (IIMS) 2012 pada 20 September nanti. Di an­ta­ranya, Tata Xenon diesel double cabin , Tata Aria MPV 4x4, Tata Indica Vista serta beberapa va­rian mini pick-up, seperti Tata Ace, Tata Super Ace dan ten­tunya Tata Nano.

Tata Motors juga akan mem­bo­yong beberapa truk besar dan model kendaraan busnya, seperti Truk Tipper Tata Prima dan Tata Bus LPO1263 CNG bertrans­misi otomatis serta kendaraan ramah lingkungan berbahan bakar Com­pressed Natural Gas (CNG) lain­nya, seperti Tata Xenon single cabin CNG, Tata Magic CNG, Tata Ace CNG, dan Tata Nano CNG.  [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya