Berita

ilustrasi/ist

Kesehatan

Minim Edukasi, Kapolda Untung Jadi Korban Penyakit Langka

JUMAT, 14 SEPTEMBER 2012 | 08:11 WIB

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Dr Untung Suharsono Rajab mengaku, pernah mengalami terkena penyakit trigeminal neu­ralgia (TN) selama 2,5 tahun. Pe­nyakit ini membuat wajahnya seperti disayat-sayat, disetrum bahkan kepalanya seperti dibor.

“Sakitnya luar biasa dan mem­­­buat  trauma. Rasa sakit itu bisa datang tanpa diprediksi, makanya saya sangat bersyukur bisa sem­buh dari sakit ini,” kenang Kapolda.

Rasa sakit yang muncul ini awalnya dialami pada 2006  saat usianya 52 tahun. Ketika itu, rasa sakit yang muncul makin lama makin berat. Ia merasakan ada yang aneh dengan wajahnya karena bagian dalam pipi kanan­nya seperti tertusuk sesuatu.

Seringkali saat menghadiri acara resmi kedinasan, ia tiba-tiba mendapatkan serangan rasa nyeri yang luar biasa. Jika meng­alami hal ini, Untung pun ter­paksa berhenti bicara sampai rasa sakitnya me­reda atau me­nu­tup wajahnya dengan map.

“Jika terkena angin sedikit langsung sakit, kena air wudhu sakit nyeri yang bisa sampai ke otak, dicium sedikit sakit ka­renanya sang istri juga turut me­rana,” ceritanya.

Berbagai terapi pun pernah dijalani. Hingga akhirnya, Un­tung mengetahui tentang metode me­dis, yakni teknik operasi mi­cro­surgery. Yaitu dengan me­mi­sah­kan pembuluh darah yang me­ne­kan saraf nomor 5 atau saraf trigeminus, kemudian menem­pat­kan bahan penyekat serabut tel­pon agar tidak tertekan kembali.

“Begitu ikut dioperasi nyeri wajah, gigi dan gusi akibat TN su­dah hilang dan tingkat kesem­buhannya mencapai 97 persen,” kiash Untung yang juga pe­na­sehat Brain Spine Com­mu­nity (BSC).

Ahli bedah saraf dari Rumah Sakit Bedah Surabaya Sofyanto mengatakan, penanganan ter­ha­dap penyakit trigeminal neuralgia  masih tergolong minim. Pa­sal­nya, 85 persen dokter maupun penderita tidak mengetahui se­cara jelas apa itu TN.

“Perlu ada edukasi dan sosia­lisasi tentang penyakit TN dan penanganannya. Sehingga ma­syarakat dan dokter pun  bisa mengetahui penyakit tersebut dan cara menanganinya  dengan baik,” kata Sofyanto.

Guna memberikan pengeta­huan bagi penderita mau­pun dokter, Sofyanto terus me­ngem­bangkan bedah mikro di rumah sakit Surabaya untuk me­nyem­buhkan penyakit TN.

Langkah diagnostic yang dila­ku­kan pertama, adalah pasien diajak untuk melakukan peme­riksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI), di mana fung­si­nya untuk mengetahui penye­bab utama rasa nyeri itu. Namun, MRI yang dimilikinya sudah dilengkapi dengan perangkat lu­nak tertentu guna mere­kons­truksi gambar dari MRI.

“Dengan pe­meriksa itu akan terlihat ada pem­buluh darah kecil di bagian ba­tang otak yang me­nyentuh sa­raf nomor 5,” jelasnya.

Bersama komunitas BSC, ia sering memberikan edukasi be­rupa seminar, diskusi bagi para dok­ter agar lebih mengetahui lagi apa itu TN dan bagaimana pe­­nanganannya.

“Dokter-dokter muda ahli be­dah saraf dari sekarang sudah harus dibekali ilmu mengenai TN. Bahkan majalah mengenai pe­nyembuhan para penderita juga sering kami kirimkan ke­pada dokter spesialis, lembaga dan institusi kesehatan, labora­torium medis, fakultas kedokte­ran, sam­pai dokter gigi. Ini ba­gian dari edukasi,”terangnya.

Sofyanto berharap,  akan ada pusat- pusat kesehatan yang mau mengembangkan bedah mikro, ter­utama bagi penderita trige­minal neuralgia dan he­mifacial spasm sehingga pen­derita dapat ditangani dengan tepat.  [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR Khawatir Pekerjaan Debt Collector jadi Ilegal, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:43

Keripik Pisang Lokal Besutan Rumah BUMN BRI Tembus Malaysia dan Hong Kong

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:19

Menlu China Mesra dengan Luhut, Sejumlah Tawaran Kerja Sama Mengalir

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:54

Program Gerakan “Warga Peduli Warga” Jaringan Aktivis 98 Berlanjut di Lampung

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:28

Sejumlah Elemen Mahasiswa Ogah Ikut Demo AMPB 27 Agustus, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:10

Ribuan Warga Meriahkan Panggung Rakyat Merdeka PANsar Murah di Kendal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:50

BRI Raih Tiga Penghargaan Bergengsi Alpha Southeast Asia 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:28

DPR Tekankan Penguatan Pengendalian Lingkungan untuk Hentikan Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:58

YLBHI Dorong Bareskrim Usut Perwira Diduga Terlibat Penipuan Investasi Tambang Emas

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:14

Pikat Pembeli dari Singapura hingga Belanda, Produk UMKM Asal Sumut Berdaya Bersama BRI

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:55

Selengkapnya