Berita

ilustrasi/ist

Agar Partai Tak Dituduh Terus sebagai Predator Korupsi Paling Ganas...

KAMIS, 13 SEPTEMBER 2012 | 12:55 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Agar partai politik tidak melulu dipojokkan sebagai predator korupsi paling ganas dalam sistem demokrasi, maka perlu ada dorongan upaya untuk mereformasi partai politik.

Salah satu cara mereformasi parpol itu adalah mengharuskan parpol mempunyai mekanisme transparansi dan akuntabilitas dalam hal laporan pengelolaan keuangan partai.

"Parpol kita harus sehat dan berintegritas, salah satu caranya adalah transparansi pendanaan parpol," ujar peneliti Divisi Korupsi Politik, Abdullah Dahlan, dalam konferensi pers dengan tema "Jangan Loloskan Parpol yang Tidak Punya Laporan Keuangan" di kantor ICW, Jalan Kalibata Timur IV, Jakarta (Kamis, 13/9)


Pasalnya hal tersebut, lanjut Abdullah, telah diatur dalam UU Parpol Nomor 2/2008 junto No 2/2011 pasal 37 yang menyebutkan bahwa pengurus partai politik di setiap tingkatan organisasi menyusun laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran keuangan setelah tahun anggaran berkenaan berakhir. Selain itu, publik juga bisa tahu, berapa jumlah dana yang dimiliki Partai dan darimana sumber dana tersebut.

"Jadi Parpol harus terbuka, jangan melaporkan hanya mencantumkan nomer rekening partai saja," demikian Abdullah. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya