Berita

suasana karet tengsin/jbc

Korban Kebakaran Karet Tengsin Sudah Apatis Terhadap Pilgub

SENIN, 10 SEPTEMBER 2012 | 17:51 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL.  Geliat pembangunan terlihat jelas di pemukiman padat warga bekas bencana kebakaran, RW 07 Kelurahan Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Sekitar 556 kepala keluarga yang jadi korban bencana pada Senin malam (6/8) itu, bekerja keras dan gotong royong untuk membangun lagi pemukiman mereka yang sudah mendarahdaging.

Mereka seolah tak peduli dengan kian dekatnya agenda politik terbesar di Jakarta, yaitu Pemilihan Gubernur 20 September mendatang.


Padahal, sebelumnya berbagai pihak menaruh perhatian besar pada hak pilih korban kebakaran. Seperti diketahui, sepanjang Ramadhan lalu hingga hari ini, hampir setiap hari terjadi kebakaran.

Bahkan, Panwaslu telah berkomitmen untuk menempatkan satu petugas di tiap TPS yang berdiri di lokasi bekas bencana pada 20 September, untuk memastikan warga yang punya hak pilih tak kehilangan haknya.

Salah seorang warga RT 01, Surmiati, sempat jengkel ketika ditanya soal riuhnya situasi politik jelang Pilgub yang tinggal satu setengah pekan lagi itu.

"Boro-boro bakal nyoblos, rumah saja beloman jadi," ucapnya ketus, ketika ditemui JakartaBagus.Com di pekarangan rumahnya yang masih jelas terlihat bekas kebakarannya.

Hal senada juga diucapkan salah satu warga sepuh, Kartini. Nenek itu mengaku tidak memikirkan pilkada putaran kedua nanti.

"Nggak mikirin itu. Saya mikirin rumah dan surat-surat berharga yang kebakar saja sudah pusing," keluhnya.

Dari pantauan di lokasi, tampak puluhan tukang sedang membangun kembali rumah-rumah yang sempat luluh lantak. Kebanyakan warga enggan ditanyai soal pandangan terhadap visi misi calon gubernur atau pilihannya di putaran kedua nanti.

Di sekitar pintu masuk pemukiman masih berdiri pos bantuan milik salah satu parpol, yaitu PDI Perjuangan. Pos Baguna (badan penanggulangan bencana) itu dihuni puluhan kader PDIP yang memakai rompi warna krem dan kemeja kotak-kotak ala Jokowi.

Tadi siang di Mapolda Metero Jaya, calon gubernur Joko Widodo, mengatakan, secara politik deretan bencana itu berpotensi menimbulkan kerugian jumlah suara karena para korban kehilangan hak pilih, kehilangan kartu identitas atau mereka mengungsi ke kawasan lain dimana namanya tak terdaftar.

"Kalau ditanya khawatir, ya khawatir. Banyak yang pindah (mengungsi) ikut saudaranya. Ini memang harus diselesaikan, kami ingin ada yang proaktif," ujar pria kurus itu kepada wartawan di komplek Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (10/9).

Dikatakan Jokowi, saat ini pihaknya sedang mencari solusi agar konstituen yang jadi korban dan mengungsi tetap bisa menggunakan hak pilihnya 20 September nanti. [ald]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya