Berita

Sergei Lavrov/ist

Dunia

Menlu Rusia: Sanksi AS terhadap Suriah dan Iran Ganggu Bisnis Rusia

SABTU, 08 SEPTEMBER 2012 | 15:35 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Berbagai macam sanksi yang digagas Amerika Serikat dan Barat terhadap Suriah dan Iran, sedikit banyak telah menggangu bisnis Rusia. Demikian disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov.

"Sanksi unilateral AS terhadap Suriah dan Iran secara bertahap telah menjadi ekstrateritori. Sanksi itu juga sudah menyentuh dan menggangu bisnis Rusia," ujar Lavrov usai melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, sebagaimana dilansir RT (Sabtu, 8/9).

Pihak Washington telah membekukan aset-aset milik lebih dari 100 anggota rezim Suriah dan melarang perusahaan di AS melakukan bisnis dengan mereka. Sanksi itupun secara  langsung telah mengenai perusahaan minyak nasional Suriah, Sytrol, pada bulan lalu.


Rusia yang memutuskan memveto tiga resolusi PBB terhadap suriah memicu kemarahan Barat. Terlepas itu, Rusia tetap menyatakan berkomitmen untuk mengakhiri konflik berdarah yang telah berlangsung selama 17 bulan tersebut.

"Terhadap Suriah, kami tak akan mendukung sanksi apa pun, karena sanksi tak akan mengubah apa pun di Suriah," demikian Lavrov kepada wartawan disela-sela KTT APEC.[ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya