Berita

kerry kennedy/ist

Dunia

Kerry Kennedy Diingatkan, Polisario Punya Hubungan Kuat dengan Al Qaeda

JUMAT, 07 SEPTEMBER 2012 | 10:25 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kerry Kennedy sedang jadi buah bibir di kalangan pemerhati masalah Sahara Barat. Anak pasangan Robert F. Kennedy dan Ethel Skakel Kennedy yang memimpin Robert F. Kennedy Center for Justice and Human Rights atau RFK Center ini pekan lalu mempublikasikan catatan perjalanannya di Sahara, Maroko.

Dalam catatan yang dipublikasikan Huffington Post itu Kerry mengatakan, dia dan anaknya menyaksikan bagaimana polisi dan polisi rahasia Maroko menekan kelompok masyarakat Sahara yang ingin mendapatkan kemerdekaan.

Tulisan Kerry itu dikecam juga oleh sementara pemerhati masalah Sahara Barat yang menilai Kerry tidak proporsional dan melebih-lebihkan persoalan. Bahkan mengabaikan persoalan yang jauh lebih penting.

Penulis dan peneliti Richard Miniter misalnya, dalam catatannya mengatakan, Kerry tidak menjelaskan bahwa apa yang disebutnya sebagai korban kekerasan aparat adalah kelompok pemberontak yang memiliki hubungan dengan Al Qaeda dan penyelundup narkoba di kawasan Sahel.

Sejumlah laporan yang dirilis berbagai lembaga kemanusiaan beberapa tahun belakangan ini menemukan bukti-bukti yang memperlihatkan hubungan antara kelompok separatis Polisario yang berada di Tindouf, Aljazair memiliki kaitan dengan jaringan Al Qaeda di kawasan Afrika Utara.

Selama ini RFK Center mengerjakan proyek dokumentasi pelanggaran HAM di sejumlah negara. Namun Richard Miniter tampaknya tidak habis pikir mengapa Kerry Kennedy seakan mengabaikan kenyataan bahwa Maroko sedang berhadapan dengan kelompok separatis yang memiliki jaringan dengan kelompok Al Qaeda sementara di sisi lain Maroko adalah salah satu partner penting Amerika Serikat dalam perang melawan teroris.

"Ini (Al Qaeda di Afrika Utara) adalah kelompok yang merancang pengeboman Kedubes AS di Bamako, Mali. Kelompok ini juga merancang penculikan pereli Paris-Dakar. Juga menyandera orang-orang Eropa untuk mendapatkan tebusan," tulis Richard sambil menekankan bahwa Al Qaeda merancang pembunuhan semua diplomat Amerika di kawasan Afrika Utara.

Sementara Maroko adalah sebuah kerajaan kontitusional dimana pemerintahan dipilih lewat jalan demokrasi oleh rakyat.

Richard juga menceritakan pengalamannya saat mengunjungi kamp pengungsi dekat Tindouf. Ketika itu dia bertemu dengan seorang seniman yang disiksa. Sampai-sampai polisi Polisario menggunakan botol untuk mensodomi artis laki-laki itu di penjara Rabumi di Tindouf.

Dia pun sempat bertemu dengan anggota keluarga Sidi Mouloud yang hidup dalam tekanan Al Qaeda. Sidi Mouloud adalah mantan Kepala Polisi Polisario yang divonis berkhianat karena meminta Polisario memperhatikan proposal otonomi khusus yang disampaikan Maroko.

Richard juga mengatakan dalam kunjungan ke Tindouf itu dirinya juga bertemu dengan pemimpin Polisario, Muhammad bin Abdelaziz, yang tak pernah tergantikan sejak pertengahan 1970an karena tidak ada seorang pun yang boleh menantangnya.

Abdelaziz, ujar Richard, mengagumi model otoritarianisme di Aljazair. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya