Berita

ilustrasi

KPK Mengelak Soal Rekening Mencurigakan Milik Mirwan Amir

JUMAT, 07 SEPTEMBER 2012 | 01:52 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus melakukan telaah atas data mengenai transaksi mencurigakan milik puluhan anggota DPR yang dilaporkan Pusat Penelusuran dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"Hasilnya belum bisa disampaikan, masih ditelaah," ujar Jurubicara KPK Johan Budi yang dihubungi Rakyat Merdeka Online melalui sambungan telepon, Rabu malam (6/9).

Data transaksi mencurigakan yang diserahkan PPATK kepada KPK pada pertengahan Agustus 2012 itu meliputi 18 rekening dimana 12 rekening diantaranya milik anggota DPR.


Apakah rekening dengan transaksi mencurigakan itu salah satunya milik Mirwan Amir, mantan wakil ketua Badan Anggaran dari Fraksi Partai Demokrat? Johan mengelak.

"Itu isinya macam-macam," singkat Johan.

Dalam laporannya, PPATK menyebutkan adanya aliran dana senilai Rp 3 miliar ke rekening Mirwan Amir. Dana itu berasal dari seorang wanita bernama Dina Kusmawaty. Dana dikirim dalam beberapa tahap dengan besaran masing-masing sebesar Rp 215 juta.

Mirwan sendiri tak menyangkal adanya aliran dana miliar rupiah di rekeningnya. Namun ia membantah aliran dana itu sebagai transaksi korupsi. Ia mengelak aliran dana berasal dari sejumlah orang terkait dengan bisnis batu bara yang digelutinya.

Menurut Mirwan, aliran Rp 3 miliar dari Dina adalah keuntungan dari bisnis batu bara. Dina menjanjikan keuntungan Rp 15 juta per pekan dengan modal Rp 200 juta. Sehingga Dina mentransfer Rp 200 juta, lalu Rp 215 juta dan seterusnya. [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Jokowi Intervensi Prabowo soal Kabinet Jelang Pelantikan Presiden

Jumat, 03 Juli 2026 | 06:13

Sehina-hinanya, Serendah-rendahnya

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:48

Rezim Baru dan Kelahiran Organisasi Pemuda Paramiliter

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:41

Satu Polisi Tewas Dibacok saat Gerebek Bandar Sabu di Katingan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:18

Jokowi Kecewa Berat Roy Suryo-Dokter Tifa Tak Ditahan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:15

Jokowi Tidak Rela Kehilangan Kekuasaan

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:26

Spanyol Lolos ke 16 Besar setelah Gasak Austria 3-0

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:12

Raja Juli Antoni Dituntut Terbuka soal Kasus Bupati Kuansing

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:03

Flyover Latumenten Bisa Kurangi Kemacetan 40 Persen

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:30

Sangat Aneh Kejaksaan Belum Periksa Jokowi

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:17

Selengkapnya