Praktik demokrasi di Indonesia belum mampu mewujudkan kesejahteraan rakyat. Sebaliknya, demokrat hanya menyisakan berbagai masalah, antara lain prilaku korup para elit partai politik.
Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, di sela-sela acara Silaturrahmi bersama tokoh bangsa di Gedung Dakwah Muhammdiyah, Menteng, Jakarta (Kamis, 6/9), mengingatkan, demokrasi merupakan kebebasan, kesetaraan dan keadilan. Namun apabila dalam prakteknya terdapat kesenjangan yang amat curam, maka kebebasan, kesetaraan dan keadilah tersebut hanya dapat dinikmati oleh segelitir elit saja.
"Sistem politik yang terlalu terfokus pada bagaimana merebut kekuasaan dan melanggengkan kekuasaan akan menjadikan banyak masalah-masalah dalam konteks berbangsa dan bernegara," katanya.
Ia menambahkan, hal yang wajar jika sebagian rakyat menjadi apatis terhadap politik, dan terutama terhadap partai politik karena selama ini hanya mengupayakan bagaimana mengejar dan mempertahankan kekuasaan. Bukan mewujudkan kesejahteraan rakyat. Banyak kader partai menggunakan politik untuk mencari kekayaan sekalipun dengan cara-cara haram.
"Parpol harus menjawab pandangan ini. Perlu adanya sebuah pola rekruitment kader parpol dan pendidikan kepemimpinan dalam parpol. Jangan anggap remeh masalah ini," tandas dia.
[dem]