Berita

basuki tjahaja purnama/ist

Praktisi Media: Banyak yang Tidak Mendukung Ahok Bukan Karena Dia Tionghoa

KAMIS, 06 SEPTEMBER 2012 | 16:20 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Indonesia adalah sebuah negeri yang plural. Pluralisme di Indonesia telah ada bahkan jauh sebelum kepulauan di Asia Tenggara ini menjadi entitas politik yang bernama negara Indonesia.

Selain itu, pluralisme di Indonesia juga hidup dan berkembang, dan tidak hanya tertulis di dalam buku pelajaran.

"Saya kira sulit mencari keluarga di Indonesia yang tunggal dalam hal latar belakang dari kakek buyut sampai cicit. Pasti ada persilangan di tengah jalan, entah dari perkawinan atau hubungan kekerabatan lain," ujar praktisi media Teguh Santosa usai bicara dalam diskusi mengenai pemilihan gubernur DKI Jakarta di Taman Ismail Marzuki, Rabu siang (6/9).


Karena itu, menurut Teguh, dirinya prihatin bila pendukung kedua pasangan yang sedang bertarung di arena pilkada memanfaatkan dan menggunakan isu SARA, entah dengan cara memojokkan atau dengan cara membuat kisah seolah-olah menjadi korban praktik politik SARA. Menurut dosen politik di FISIP UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat itu, kedua hal ini sama jeleknya dalam sistem demokrasi.

"Kalau ada yang tidak mendukung Jokowi dan Ahok jangan dikira karena Jokowi adalah abangan atau Ahok adalah Tionghoa, misalnya. Saya kira banyak yang berpikir jernih, tidak mendukung pasangan itu karena menilai mereka tidak mampu dan tidak amanah. Bukan karena karena faktor-faktor identitas apalagi soal keturunan Tionghoa," ujarnya lagi.

Teguh mencontohkan, ketika Susi Susanti, Liem Swie King atau Rudy Hartono menang dalam pertandingan, semua orang bergembira dan menangis haru dan bangga karena merah-putih berkibar sebagai juara. Bukan karena suku dan keturunan.

Teguh menyarankan agar persoalan SARA jangan dikembangkan lagi. Kalau ada yang tidak memilih Jokowi-Ahok jangan dipelintir seakan-akan karena faktor SARA.

Faktanya, banyak yang tidak mendukung Ahok karena menilai Ahok tidak amanah dan terlalu berambisi mengejar jabatan yang lebih tinggi.

Ahok hanya tujuh bulan menjadi anggota DPRD Belitung Timur, lalu mundur untuk mengejar jabatan Bupati Belitung Timur. Tidak tuntas, hanya 16 bulan, mundur lagi untuk mengejar posisi Gubernur Bangka sampai akhirnya kalah. Lalu mencoba ke Sumatera Utara dan tidak diterima.

Setelah itu Ahok pindah partai dan menjadi anggota DPR RI dari Golkar. Tetapi selama 2,5 tahun di DPR RI tidak ada legacy Ahok sampai dia memilih meninggalkan Senayan dan mencalonkan diri dalam pilgub melalui Partai Gerindra.

"Hal yang relatif sama juga dilakukan Jokowi. Jadi pantas kalau dinilai tidak setia pada janji," demikian Teguh. [arp]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya