Berita

Pramono Anung: Dari Segala Aspek Kunjungan Hillary Clinton Sangat Strategis

SELASA, 04 SEPTEMBER 2012 | 16:33 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kedatangan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton ke Indonesia bisa dilihat dari berbagai aspek, terutama dari aspek penguatan politik Indonesia di kawasan Asia Tenggara dan Australia.

"Secara geopolitis itu strategis, apabila benar-benar Amerika katakanlah menaruh pangkalan di daerah sepanjang Australia, maka bagaimanapun juga pasti akan berpengaruh kepada Indonesia," ujar politisi sepuh PDI Perjuangan, Pramono Anung di gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta (Selasa, 4/9).

Di lain sisi, sekarang ini Indonesia secara geopolitis mengambil peran yang strategis sebagai sebuah negara demokratis yang besar. Belum lagi Indonesia sudah menjadi anggota G20, sehingga peran Indonesia di Asia maupun Australia cukup signifikan.


Lanjut wakil ketua DPR RI ini, dari sisi bisnis kedatangan Hillary Clinton juga tidak bisa dipungkiri sangat penting karena ada persoalan-persoalan antara Indonesia dengan AS yang memang pure bussines to bussines. Dimana pemerintah masing-masing negara menjadi pendorong kalau terjadi persoalan.

Dalam konteks inilah, Pramono menilai tak aneh jika secara tiba-tiba kita mendapat hibah F16. Dalam konteks ini, tentu sangat baik bagi perbaikan bangsa dan negara ini.

"Kita sudah terlalu lama diembargo. Maka dengan adanya hibah ini Indonesia diakui mengalami perubahan dalam demokratisasi, human right dalam berbagai hal, dan itu baguslah bagi perkembangan demokrasi kita," tandasnya.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya