Berita

kpu/ist

Ketua KPU Bantah Jadi Jurubicara Sembilan Partai di Senayan

SENIN, 03 SEPTEMBER 2012 | 09:37 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Komisi Pemlihan Umum (KPU) memastikan dan berjanji akan independen serta menjaga netralitas, baik dalam mengambil keputusan maupun dalam menjalankan tugasnya.

Ketua KPU, Husni Kamil Manik pun membantah tuduhan bila KPU seakan-akan merangkap jadi jurubicara sembilan partai yang ada di Senayan.

"Kalau menerima usul dari partai lain (non-parlemen), apa gak disebut pula menjadi juru bicara partai tersebut?" kata Husni kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 3/9).


Sebelumnya, keputusan Komisi Pemlihan Umum (KPU) memperpanjang masa pendaftaran bagi partai politik yang ada di Senayan terus menuai kecaman. Apalagi KPU mau menambah masa pendaftaran selama tiga pekan agar parpol yang ada di Senayan bisa melengkapi persyaratan kartu tanda anggota (KTA) dan administrasi lainnya. Tidak heran bila Wakil Sekjen DPP Partai Bulan Bintang (PBB), Tumpal Daniel, mempertanyakan posisi Ketua KPU yang seakan-akan merangkap jadi jurubicara sembilan parpol di Senayan.

Husni mengatatakan rencana KPU untuk memperpanjang pendaftaran yang semestinya berakhir 7 September, hingga ditambah 22 hari adalah kebijakan dan keputusan internal KPU. Kebijakan itu pun dibuat tanpa tekenan dari siapapun, dan  merupakan respons atas putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membatalkan Pasal 8 UU Nomor 8/2012 tentang Pemilu yang berisi ketentuan verifikasi parpol. Keputusan MK mewajibkan KPU melakukan verifikasi terhadap semua parpol tanpa kecuali, termasuk parpol yang selama ini ada di parlemen.

"Rancangan perubahan jadwal, dibahas secara internal KPU," demikian Husni. [ysa]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya