Berita

Mengusir Freeport Sama dengan Mengusir Penjajah!

MINGGU, 02 SEPTEMBER 2012 | 16:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Pemerintahan SBY yang lemah menyebabkan PT Freeport semakin berkuasa di Papua.

Operasi perusahaan asal Amerika Serikat itu telah menimbulkan kesengsaraan bagi rakyat Papua. Pasalnya, perusahaan tambang ini membuang limbah sedikitnya 250 ribu ton per hari sejak mulai beroperasi tahun 1973 hingga sekarang.

Demikian disampaikan Ketua Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMD) Arif Fahrudin, dalam Dialog Pemuda dan Konfrensi Pers menanggapi Kedatangan Menlu USA Hillary Clinton dengan tema "Nasionalisasi dan Usir Freeport, Usir Neokolonialisme & Imperialisme" di Sekretariat DPN Repdem, Jalan Cikini I, 3B, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, (2/9).

"Lebih dari 6 miliar ton limbah dibuang sembarangan oleh Freeport dan telah menciptakan kerusakan lingkungan yang parah. Ini pelanggaran-pelanggaran kemanusian," ujarnya.

Selanjutnya, soal keuntungan, Papua sama sekali tidak mendapatkan apa-apa dari produksi yang dilakukan oleh Freeport. Bukan hanya keuntungan, apa yang diproduksi pun, rakyat tidak tahu.

Sementara terkait renegosiasi kontrak, jelas dia, tidak melibatkan satu orang rakyat Indonesia, sehingga membuktikan bahwa ini bisa dilihat hanya mencabik-cabik demokrasi Indonesia. "Jadi, mengusir Freeport sama juga mengakhiri penindasan yang ada di Papua," tandasnya. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya