Berita

ilustrasi

Tokoh Papua: Rakyat Papua Tak Mendapat Untung dari Keberadaan Freeport

MINGGU, 02 SEPTEMBER 2012 | 15:22 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Rakyat Papua tidak sedikit pun mendapat keuntungan dari keberadaan PT Freeport. Justru rakyat Papua menanggung semua dampak buruk dari kegiatan perusahaan tambang emas asal Amerika Serikat itu.

Demikian disampaikan Ketua National Papua Solidarity (Napas), Alves Fonataba, dalam Dialog Pemuda dan Konfrensi Pers menanggapi Kedatangan Menlu USA Hillary Clinton dengan tema "Nasionalisasi dan Usir Freeport, Usir Neokolonialisme & Imperialisme" di Sekretariat DPN Repdem, Jalan Cikini I, 3B, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, (2/9).

"Buktinya, banyak keluhan terhadap Freeport dijawab dengan aksi-aksi kekerasan dari pihak Freeport itu sendiri," ujarnya.

Sambung dia, penyelesaian berbagai masalah yang terjadi di bumi cendrawasih itu terlihat dari bagaimana Pemerintah menyelesaikan persialan Freeport. "Jadi ini tergantung pemerintah dalam mengelola kekayaan alam bagi rakyat Papua dengan prinsip-prinsip demokrasi," jelasnya.

Selanjutnya, investasi di Papua sudah banyak yang masuk dan berkembang. Tetapi pemerintah selalu memperhatikan kepentingan-kepentingan asing.

"Kami dengan tegas menegaskan bahwa rakyat Indonesia sama sekali tidak diuntungkan dengan keberadaan Freeport. Pemerintah harus mengelola kekayaan alam untuk kepentingan rakyat Papua," tambahnya.

Diskusi ini diikuti, Repdem, PMII, IGJ, Petisi 28, PRD, INDIES, NAPAS, LMND, SRMI, FPPI, dan INDIES, yang gerakan tergabung dalam Koalisi Penolakan Freeport.  [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya