Berita

OC Kaligis

Wawancara

OC Kaligis: Semua Pengacara Bersih, Kecuali Sedang Disidik Perkara Korupsi

MINGGU, 02 SEPTEMBER 2012 | 08:49 WIB

Permintaan maaf Wamenkumham Denny Indrayana tidak membuat  advokat senior OC Kaligis menarik pengaduannya ke Polda Metro Jaya yang sudah disampaikannya Kamis (23/8) lalu.

“Saya tetap teruskan pengaduan itu. Tidak bakal menariknya wa­lau sudah meminta maaf kepada ad­vokat. Kalau tidak diteruskan pengaduan itu, nanti menjadi ke­biasaan buruk,” kata OC Ka­ligis ke­pada Rakyat Merdeka, ke­marin.

Bekas pengacara Prita Mul­yasari itu berharap, polisi segera menindaklanjuti  pengaduan itu dengan meminta keterangan Den­ny Indrayana. Apalagi, banyak per­kara penghinaan yang me­nyang­kut kejahatan in­formasi tek­nologi yang me­li­batkan orang ke­cil langsung di­si­dangkan.

“Orang kecil membuat tulisan langsung di-mejahijaukan, masak orang besar dibiarkan. Apalagi, Denny Indrayana di twitter jelas-jelas menghina advokat karena me­nuduh advokat yang membela koruptor adalah advokat korup­tor,’’ paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Bukankah sudah cukup Denny meminta maaf?

Tidak.

Memangnya dia yang paling mulia. Kalau Denny Indrayana bi­lang kita koruptor, jangan me­lempar fitnah seperti ini di jeja­ring sosial.

Seharusnya bagaimana?

Kalau kita para advokat diang­gap ada yang melakukan korupsi, ya laporkan saja. Jangan melem­par fitnah seperti itu di twitter. Ka­lau ada bukti,  dipenjara saja ad­vokat itu. Jangan main tuduh se­perti itu dong.

Kalau ada advokat korupsi, bi­sa juga dilaporkan  ke  badan ko­de etik advokat. Setelah terbukti bisa dimasukkan ke penjara, se­lesai. Ini kan bukan zamannya fitnah menfitnah.

Anda tidak memaafkan Denny ya?

Nggak apa-apa Denny minta maaf. Tapi saya beri pelajaran du­lu baru saya maafkan. Dia pernah pukul sipir penjara, lalu dimaaf­kan. Kemudian menghina advo­kat, kalau dimaafkan lagi kapan ada pelajaran bagi Denny. Kalau tidak diadukan seperti ini, nanti menjadi kebiasaan buruk.

Di lain waktu nanti ada lagi sta­­temen yang menyinggung orang lain. Padahal, substansi­nya setiap orang tidak boleh se­enaknya me­lakukan fitnah. Se­bab, itu me­langgar hukum.

Barangkali Anda dan sege­lin­tir advokat  saja yang ter­singgung dengan pernyataan Denny itu?

Ah, tidak kok. Saya ini penga­ca­ra bersih. Saya kira semua penga­cara bersih, kecuali dia tengah disidik perkara korupsi.

Advokat ini kan sama seperti pro­fesi wartawan. Kalau ada yang disinggung tentu semua akan merasa tersinggung. Dalam kasus ini, advokat pastinya akan ter­singgung semua.

Advokat melakukan pembe­laan hukum terhadap terdakwa ka­sus korupsi, itu berdasarkan pe­rintah Undang-Undang. Ada atu­rannya kok.

Sebab, terdakwa ko­rupsi tidak punya pengacara dalam sidang perkara korupsi, karena tidak ada yang menyiap­kan pengacara. Padahal, dalam hukum acara, terdakwa wajib di­dampingi pengacara.

Lagi pula dalam menjalankan profesi sebagai advokat tentu­nya harus berdasarkan Pasal 54, 69, 70, 71 dan 72 KUHAP bah­wa se­tiap orang berhak men­dapatkan ban­tuan hu­kum, meski diduga me­laku­kan tindakan ko­rupsi. Ki­ta kan pu­nya har­ga diri siapapun yang me­min­ta di­dam­pingi tentu akan kita lakukan.

Apa seharusnya Denny ditegur Menkumham?

Kayak dia disayang-sayang Amir Syamsuddin (Menkum­ham). Buktinya saat Denny tam­par sipir, tidak diapa-apain, ma­lah dibela. Padahal, perbua­tan­nya itu akan merepotkan men­terinya.

Anda melihat tidak ada kebe­ra­nian Amir Syamsuddin tegur Denny?

Saya tidak tahu itu. Tapi kok ka­yaknya wamen dan menteri ke­tukar deh. Denny Indrayana ter­­kesan dominan dari Amir Syam­suddin. Saya merasa aneh juga ya. Kasihan Amir Syam­suddin.

Makanya saya laporin ke ke­polisian supaya ada perbaikan. Ka­lau tidak, ini tidak akan be­ru­bah.

Materi laporannya ke kepo­lisian apa?

Saya sebelumnya sudah me­­la­porkannya ke kepolisian. La­­po­ran di Polda Metro Jaya de­ngan nomor TBL/2919/VIII/2012/PMJ/Dit.Reskrim.Um tanggal 23 Agus­tus 2012 yang diterima Kom­pol M Nezim Yu­suf. Lapo­ran itu terkait pernya­taan Denny Indra­yana di jeja­ring sosial Twitter pada 17 Agus­tus 2012. Denny tulis: Ad­­­vo­kat yang mem­­bela ko­rup­tor adalah ko­ruptor.  Arti­nya, Denny diduga me­­langgar pa­sal 310, 311, dan 315 KUHP junto pasal 22 dan 23 UU No­mor 11 tahun 2008 ten­tang In­formasi dan Transaksi Elek­tronik (ITE). Cui­tan di twiter itu jadi buktinya.

Berapa ancaman huku­mannya?

Menurut prediksi saya,  kurang lebih hukuman penjara lima tahun.

Anda tidak takut kasus ini dipetieskan?

Ah tidak. Saya rasa polisi akan be­­kerja secara profesional. Saya yakin penyidik Polda Metro Jaya segera menindak­lan­juti penga­duan soal penyataan Denny yang telah leceh­kan profesi advokat. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Relawan Jokowi: Rismon Sianipar Pengecut!

Jumat, 13 Maret 2026 | 01:05

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

UPDATE

Polisi Berlakukan One Way Sepenggal Menuju Wisata Lembang Bandung

Minggu, 22 Maret 2026 | 18:11

Status Tahanan Rumah Yaqut Buka Celah Intervensi, Penegakan Hukum Terancam

Minggu, 22 Maret 2026 | 17:38

Balon Udara Bawa Petasan Meledak, Atap Rumah Jebol

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:54

Prabowo: Lebih Baik Uang Dipakai Rakyat Makan daripada Dikorupsi

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:47

Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Terbagi Dua Gelombang

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:37

Trump Ultimatum Iran: 48 Jam Buka Hormuz atau Pusat Energi Dihancurkan

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:27

KPK Cederai Keadilan Restui Yaqut Tahanan Rumah

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:03

Prabowo Tegaskan RI Tak Pernah Janji Sumbang Rp17 Triliun ke BoP

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:01

Istana: Prabowo-Megawati Berbagi Pengalaman hingga Singgung Geopolitik

Minggu, 22 Maret 2026 | 15:46

Idulfitri di Kuala Lumpur, Dubes RI Serukan Persatuan dan Kepedulian

Minggu, 22 Maret 2026 | 14:47

Selengkapnya