Berita

Buku no easy day/ist

Dunia

Di Saat AS Menggugat Buku, China Justru Bangga Meluncurkan Seri Buku Keperkasaan Angkatan Perang

SABTU, 01 SEPTEMBER 2012 | 15:42 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Disaat Departemen Pertahanan Amerika Serikat di Pentagon tengah menggugat peluncuran buku yang membeberkan fakta dibalik aksi penyergapan Osama bin Laden, China  justru meluncurkan buku seri pertama angkatan bersenjata mereka yang berisikan profil, kekuatan dan perkembangan angkatan perang china kepada publik.

Kamis lalu (30/8) waktu AS, Pentagon mempertimbangkan untuk mengugat sebuah buku berjudul 'No Easy Day' yang ditulis oleh anggota SEAL berusia 36 tahun dengan nama samaran Mark Owen yang turut dalam penggrebekan Osama bin Laden. Demikian diberitakan VoA (Sabtu, 1/9).

Disalah satu kutipan butu itu, Owen menyebut pemimpin Osama bin Laden tidak bersenjata dan ditembak di dekat pintu. Ungkapan ini jelas berbeda dengan keterangan resmi NATO.


Pentagon mengatakan Owen telah melanggar persetujuan untuk tidak mengungkapkan segala yang telah ditanda-tanganinya sebagai anggota satuan elit angkatan laut Amerika Serikat SEAL kala itu.

Disaat yang hampir bersamaan, China justru meluncurkan seri pertama buku yang berisi tentang keperkasaan angkatan perang mereka.  

Juru Bicara kementerian Pertahanan China Geng Yansheng mengatakan rangkaian seri pertama Angkatan Bersenjata China kali ini disampaikan lebih sistematik dan lengkap mengenai pengembangan sistem pertahanan dan kekuatan militer china dalam kurun waktu terakhir.

Ia menambahkan bahwa melalui buku tersebut para pembaca dapat mengetahui secara jelas tentang pengembangan sistem pertahanan dan kekuatan militer China untuk mendukung perdamaian dunia sejalan dengan kebijakan pertahanan nasional China yang defensif. Demikian sebagaimana dilansir Xinhua (Sabtu, 1/9).

Peluncuran buku No Easy Day dan buku seri pertama angkatan bersenjata China tampaknya mengalami nasib yang bertolak belakang. Disatu sisi, salah satu buku itu membuat negara adidaya ketakutan. Disisi lain peluncuran salah satu buku tersebut justru membuat negara maju nampak semakin perkasa.[ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya