Berita

logo world bank/ist

Dunia

Bank Dunia: Kekeringan di Eropa Timur dan AS Picu Kenaikan Harga Pangan Global

SABTU, 01 SEPTEMBER 2012 | 11:15 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kekeringan yang terjadi di Amerika Serikat dan Eropa Timur telah mengakibatkan harga pangan global melonjak tajam. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bank Dunia.

Suhu musim panas yang tinggi di Amerika dan Eropa Timur ini telah menyebabkan banyak lahan pertanian hangus dan tanaman layu. Terlebih lagi, kekeringan yang melanda di sebagian Asia juga turut memicu riskannya harga pangan.

Lembaga yang memberikan pinjaman kepada dunia internasional tersebut mencatat bahwa harga pangan melonjak hingga 10 persen pada bulan Juli lalu, dengan tanaman jagung dan kedelai yang penting mencapai harga tertinggi. Secara keseluruhan, Indeks Harga Pangan Bank Dunia, yang melacak perdagangan komoditas pangan secara internasional, naik 6 persen dari bulan Juli dari tahun sebelumnya. Demikian sebagaimana dilansir VoA (Sabtu, 1/9).


Dari bulan Juni sampai Juli, Bank Dunia mengatakan harga jagung dan gandum melonjak 25 persen, sementara kedelai naik 17 persen. Hanya harga beras yang turun sampai 4 persen.

Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim mengatakan bahwa kenaikan tajam ini akan mengancam kesehatan dan kesejahteraan jutaan orang terutama mereka yang di Afrika dan Timur Tengah.

Menurut Bank Dunia, kawasan sub-Sahara Afrika secara khusus sangat rentan, dengan harga jagung naik 113 persen di Mozambik, dan harga sorghum meningkat drastis di Sudan dan Sudan Selatan. Sorghum adalah tanaman serbaguna yang dapat digunakan sebagai sumber pangan, pakan ternak dan bahan baku industri.

Kim mengatakan bahwa Bank Dunia telah menghabiskan 9 miliar dolar AS pada tahun ini, untuk mendukung berbagai program pertanian di seluruh dunia. Ini adalah anggara terbesar dalam kurun 20 tahun terakhir.[ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya