Berita

saan mustopa/ist

UU PEMILU

DPP Demokrat: Putusan MK Merusak Sistem Presidensial!

KAMIS, 30 AGUSTUS 2012 | 13:09 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Dasar pemikiran UU Nomor 8/2012 tentang Pemilu, khususnya soal ketentuan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) 3,5 persen yang berlaku nasional, adalah untuk membangun sistem presidensial yang kokoh dan efektif.

Demikian disampaikan Waskejn DPP Demokrat Saan Mustopa terkait dengan  putusan MK soal uji materi UU 8/2012 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, dan DPRD.  Dalam putusannya, MK memutuskan, semua parpol, yang baru dan lama, yang mendaftarkan diri sebagai peserta Pemilu 2014, wajib mengikuti verifikasi di  KPU. MK juga memutuskan PT 3,5 persen hanya berlaku untuk DPR, dan tidak berlaku secara nasional.

Untuk membangun sistem presidensial yang kokoh dan efektif, kata Saan beberapa saat lalu (Kamis, 30/8), perlu penyederhanaan partai. Untuk menyederhanakan partai itu maka dibuatlah ketentuan PT yang berlaku secara nasional.


"Ini semgat yang kita coba. Jangan ada 20 anggota DPRD masing-masing satu anggota, satu partai. Ini tidak baik dalam membangun sisten presidensial kita," kata Saan, yang juga anggota Komisi III DPR.

"Saya lihat (putusan MK ) merusak sistem. Hal ini akan menimpulkan perselisian baru terutama didaerah," sambung Saan, sambil menambahkan bahwa ia tetap menghargai dan menghormati putusan MK yang bersifat final dan mengikat itu. [ysa]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya