Berita

tajul muluk

Kang Jalal: Tajul Muluk Sama Belajar Syiah dengan Saya

KAMIS, 30 AGUSTUS 2012 | 12:48 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ketua Dewan Syuro PP Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (PP IJABI), Jalaludin Rakhmat menagaskan ajaran Syiah yang dijalankan dan diajarkan Tajul Muluk di Sampang, Madura, sama dengan ajaran Syiah pada umumnya.

Perbedaan biasanya hanya terletak pada strategi dakwah. Hal tersebut sesuatu yang lazim karena tiap daerah membutuhkan strategi masing-masing.

"Tajul Muluk itu sama belajar dengan saya. Bukunya pun sama dengan yang saya baca. Mungkin yang berbeda itu cuma strateginya saja, itu pun berbeda karena perbedaan budaya di daerah masing-masing," ujar kang jalal di sela acara "Milad ke 63 kang Jalal: Napak Tilas Perjalaanan Syiah Kang Jalal" di Kemang VI no 9, kemang Raya, jakarta (Rabu, 29/8).

Banyak tuduhan yang menyebutkan Syiah Sampang sesat karena Tajul Muluk mengajarkan bahwa rukun iman itu hanya ada 5; sedangkan rukun Islam justru ada 8. Dan bahkan ada yang menyebut bahwa Tajul Muluk menganggap Al Qur'an yang ada saat ini masih kurang lengkap.  "Tuduhan itukan sangat klise, sudah berlangsung selama 1400 tahun yang lalu. Kalian tolong kreatif dikit deh," jawab kang jalal.

Kang Jalal menjabarkan 5 rukun iman Syiah terdiri dari, tauhid, nubuwwah (percaya kepada proses kenabian, otomatis termasuk di dalamnya percaya  malaikat dan kitab), keadilan ilahi (al adli), imamah, al ma'ad (kembalinya manusia kepada Allah).

Sementara rukun Islam umat Syiah, lanjut Kang Jalal adalah shalat, zakat puasa, haji, amar ma'ruf nahi mungkar, khumus. Syahadat tidak dimasukkan ke rukun Islam karena syahadat sudah termasuk dalam rukun iman ketauhidan.

Sementara itu, untuk menjawab mengenai Al Quran Syiah yang berbeda, IJABI membagikan Al Quran, yang dicetak dari negeri para Mullah Iran, kepada para undangan. Kang Jalal meminta kepada undangan untuk mengkoreksi isi Al Quran tersebut, apakah berbeda atau tidak dengan Al quran Sunni. "Silakan dibaca. Kalau ada kesalahan atau perbedaan, katakan saja," demikian Kang Jalal. [zul]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya