AirAsia
AirAsia
“Pada prinsipÂnya, kita sudah menyetujui akuiÂsisi AirAsia yang dilakukan keÂpada Batavia. KemaÂrin saya taeken izin prinsipnya,†kata DiÂrekÂtur Jenderal PerhubuÂngan Udara Kementerian PerhuÂbuÂngan (KeÂmenÂhub) Harry Bakti di acara InÂdonesia InternatioÂnal InÂfraÂstrucÂture Conference and ExhiÂbition 2012, Jakarta, kemarin.
Harry menjelaskan setelah diberikannya izin prinsip terÂseÂbut, maka AirAsia bisa merealiÂsasikan akuisisi saham Batavia mayoritas 76,95 persen untuk taÂhap pertama. Selanjutnya, tahap kedua sebesar 23,05 persen.
“Nama tidak akan berubah, haÂnya kepemilikan saja. Namun SIUP-nya nanti,†ungkapnya.
Direktur Utama Fersindo Dharmadi menuturkan, dengan adanya persetujuan dari KemenÂterian Perhubungan, seÂlanÂjutnya perusahaan akan melaÂkukan uji tuntas (due diligence) yang diÂtargetkan selesai SeptemÂber 2012. “Dengan adanya perÂseÂtujuan akuisisi ini, kita akan laÂkukan proses due diligence SepÂtember ini,†tutur Dharmadi.
Proses untuk mengakuisisi BataÂvia Air itu dilakukan AirAsia meÂlalui AirAsia Berhad (perusaÂhaan asal Malaysia) dan PT FerÂsindo Nusaperkasa (peÂmeÂgang saham mayoritas PT IndoÂneÂÂsia AirAsia). Nantinya, AirAsia Berhad akan memiliki saham di Batavia sebesar 49 perÂsen dan Fersindo menjadi pemeÂgang saham mayoritas seÂbesar 51 persen.
Setelah akuisisi dilakukan, InÂdoÂnesia AirAsia akan melayani leÂbih dari delapan juta penumÂpang di 42 kota di Indonesia dan 12 destinasi internasional. Saat ini, AirAsia Indonesia menguasai seÂkitar 3 persen pangsa peÂnumÂpang rute domestik dan 41 persen pangÂsa pasar internasioÂnal.
PerÂluasan pangsa pasar AirAsia di tingkat penerbangan domestik Indonesia menjadi 13 persen pasca akuisisi pemegang saham perÂseroan itu terhadap Batavia Air dinilai masih preÂmatur.
Menurut Dharmadi, akuisisi terÂÂsebut bukan berarti secara otimaÂtis mengambilalih seluruh penerÂbangan domestik maupun interÂnasional Batavia Air di Indonesia.
“Kemungkinannya memang bisa saja, tetapi sejauh ini belum ada pembicaraan soal penggaÂbungan dua maskapai tersebut. SebalikÂnya wacana saat ini BaÂtavia tetap akan beroperasi seÂcara mandiri hanya pemiliknya sama,†papar Dharmadi. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10
Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00
Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44
Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34
Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03
Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41
Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39