Berita

AirAsia

Bisnis

Petinggi AirAsia Bantah Borong Rute Domestik

Kemenhub Berikan Izin Akuisisi Batavia Air
KAMIS, 30 AGUSTUS 2012 | 08:19 WIB

.Pemerintah akhirnya mem­berikan izin prinsip akuisisi yang dilakukan oleh AirAsia Berhard dan PT Fersindo Nusaperkasa ter­hadap Batavia Air.

“Pada prinsip­nya, kita sudah menyetujui akui­sisi AirAsia yang dilakukan ke­pada Batavia. Kema­rin saya taeken izin prinsipnya,” kata Di­rek­tur Jenderal Perhubu­ngan Udara Kementerian Perhu­bu­ngan (Ke­men­hub) Harry Bakti di acara In­donesia Internatio­nal In­fra­struc­ture Conference and Exhi­bition 2012, Jakarta, kemarin.

Harry menjelaskan setelah diberikannya izin prinsip ter­se­but, maka AirAsia bisa mereali­sasikan akuisisi saham Batavia mayoritas 76,95 persen untuk ta­hap pertama. Selanjutnya, tahap kedua sebesar 23,05 persen.

“Nama tidak akan berubah, ha­nya kepemilikan saja. Namun SIUP-nya nanti,” ungkapnya.

Direktur Utama Fersindo Dharmadi menuturkan, dengan adanya persetujuan dari Kemen­terian Perhubungan, se­lan­jutnya perusahaan akan mela­kukan uji tuntas (due diligence) yang di­targetkan selesai Septem­ber 2012. “Dengan adanya per­se­tujuan akuisisi ini, kita akan la­kukan proses due diligence Sep­tember ini,” tutur Dharmadi.

Proses untuk mengakuisisi Bata­via Air itu dilakukan AirAsia me­lalui AirAsia Berhad (perusa­haan asal Malaysia) dan PT Fer­sindo Nusaperkasa (pe­me­gang saham mayoritas PT Indo­ne­­sia AirAsia). Nantinya, AirAsia Berhad akan memiliki saham di Batavia sebesar 49 per­sen dan Fersindo menjadi peme­gang saham mayoritas se­besar 51 persen.

Setelah akuisisi dilakukan, In­do­nesia AirAsia akan melayani le­bih dari delapan juta penum­pang di 42 kota di Indonesia dan 12 destinasi internasional. Saat ini, AirAsia Indonesia menguasai se­kitar 3 persen pangsa pe­num­pang rute domestik dan 41 persen pang­sa pasar internasio­nal.

Per­luasan pangsa pasar AirAsia di tingkat penerbangan domestik Indonesia menjadi 13 persen pasca akuisisi pemegang saham per­seroan itu terhadap Batavia Air dinilai masih pre­matur.

Menurut Dharmadi, akuisisi ter­­sebut bukan berarti secara otima­tis mengambilalih seluruh pener­bangan domestik maupun inter­nasional Batavia Air di Indonesia.

“Kemungkinannya memang bisa saja, tetapi sejauh ini belum ada pembicaraan soal pengga­bungan dua maskapai tersebut. Sebalik­nya wacana saat ini Ba­tavia tetap akan beroperasi se­cara mandiri hanya pemiliknya sama,” papar­ Dharmadi. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya