Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Duh, 2.000 Wartawan Gagal Dapat Rumah Di Citayam

Perencanaan Kurang & Lahan Bermasalah
KAMIS, 30 AGUSTUS 2012 | 08:13 WIB

Menteri Perumahaan Rakyat (Menpera) Djan Faridz belum serius merealisasikan rumah murah bagi masyarakat kecil. Sejumlah program rumah banyak yang jalan di tempat. Salah satunya, rumah wartawan di Citayam Depok, Jawa Barat. Sebanyak 2.000 wartawan gagal mendapatkan rumah tersebut.

Berdasarkan data Ke­men­terian Perumahan Rakyat (Ke­menpera), sejak program rumah murah itu ditawarkan, ada seki­tar 2.000 orang yang sudah me­mesan rumah tersebut. Namun, lantaran lahannya bermasalah, rumah ter­sebut gagal dibangun.

Kegagalan tersebut, dikabarkan karena Men­pera Djan lebih fo­kus mem­be­rikan dukungan ke­pada salah satu calon di Pilkada DKI Jakarta, dibandingkan mem- ba­ngun ru­mah tersebut.

Deputi Bidang Perumahan For­mal Kemenpera Paul Mar­paung membantah jika ke­men­te­riannya tidak fokus menjalan­kan program perumahan. Paul me­nga­takan, rumah wartawan tetap dibangun. Namun, lokasi­nya dipin­dahkan.

“Sebelumnya sudah ada 2.000 wartawan yang berminat me­me­san. Namun karena ada  ken­dala lahan di Citayam, Depok, ter­pak­sa kami alihkan ke lokasi Pa­rung Panjang Bogor milik Perum Pe­rumnas dan itu akan segera di­bangun,” janji Paul saat dihu­bu­ngi Rakyat Merdeka, kemarin.

Meski pindah lokasi, Paul me­lihat animo wartawan terha­dap rumah tersebut masih cukup ting­gi. Buktinya, sudah ada 800 orang yang berminat mem­beli rumah tersebut.

“Memang jumlahnya me­nu­run. Saat pertama kali program ini digulirkan, pe­mi­natnya men­capai 2.080 orang untuk lokasi di Ci­tayam, Depok. Tapi seka­rang di Parung Panjang, Bogor, hanya 800 orang yang tercatat,” ungkap Paul.

Dari 800 orang itu pun, kata Paul, baru sebagian yang mem­berikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai bukti bahwa mere­ka ikut dalam proyek rumah. Se­dangkan syarat administrasi yang lain belum diserahkan. “Seperti, menyerahkan pernyataan dari perusahaan, slip gaji, uang muka dan lainnya,” kata Paul.

Paul menegaskan, pro­yek ru­mah ini tetap berjalan, karena tidak hanya di Parung Panjang yang akan dibangun, tapi juga di wilayah Bojong Gede, Bogor ju­ga akan dibangun. Paul pun pede (percaya diri), proyek ini bisa ber­jalan sebelum 2014.

Untuk lokasi perumahan di Pa­rung Panjang, menurut Paul, sangat dekat dengan stasiun ke­reta api Parung Panjang. Ten­tu­nya, hal ini akan memudahkan jika para wartawan ingin ber­ak­tivitas. Di lokasi tersebut, kata­nya, tanah yang ter­se­dia untuk perumahan itu tidak menemui kendala apapun karena itu milik Perumnas. Luas tanah yang ada seluas 30 hektare (ha) di Parung Panjang sektor 3 dan seluas 100 ha di sektor 5.

Menpera Djan Faridz juga mem­bantah dirinya memberikan dukungan ke salah satu calon gubernur DKI Jakarta, sehingga proyek di Citayam, gagal.  Dia bi­lang,  tugas menteri adalah men­jalankan program pemerintah se­suai bidangnya masing-masing.

“Jadi tidak benar jika saya di­anggap lebih memfokuskan pada kepentingan politik di DKI Ja­karta dibandingkan merea­li­sa­sikan program perumahan,” ki­lahnya saat peresmian media cen­ter di Kemenpera, Jakarta, Rabu (15/8).

Direktur Pemasaran Perum Perumnas Teddy Robinson ren­cananya akan mengajak war­tawan sebagai calon pembeli un­tuk meninjau lahan di sana.

“Ke­mungkinan  Minggu de­pan, dari situ dapat dipastikan siapa-siapa saja yang memang be­nar-benar berminat terhadap proyek ini serta kepastian angka pembeli. Kita su­dah siap ba­ngun, tinggal nunggu kesiapan calon pembeli aja, dari jumlah maupun syarat admi­nis­trasinya,” ujar Teddy saat dihu­bungi Rak­yat Merdeka, kemarin.

Namun, Teddy enggan merinci berapa harga rumah yang akan dibe­ban­kan kepada wartawan. “Ya ke­mungkinan harganya di kisaran Rp 88 juta sampai Rp 100 juta lebih untuk tipe 45. Itu per­kiraan saja. Proses pemba­yaran melalui Fasilitas Likuiditas Pem­biayaan Perumahan (FLPP),” terang Teddy.

“Aksesibiltas dari Parung Pa­n­jang ke Karawaci dan BSD ku­rang lebih 14 kilometer,” imbuh Teddy

Mengenai stok rumah, Perum Perumnas telah menyediakan 4 sektor wilayah di Parung Pan­jang, di mana dari 4 sektor ter­sebut berjumlah 5.000 unit. “Ka­mi memiliki 4 sektor, lebih dari 5.125 unit,” paparnya.

Anggota Komisi V DPR bidang Perumahan Riswan Tony mewan­ti-wanti pihak Kemenpera jangan asal mengumbar janji se­perti yang sebelumnya. War­tawan pun di­ingatkan jangan mau di­iming-imingi proyek rumah kalau me­mang belum jelas.  [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya