Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Ngotot Minta TDL Dinaikkan, Pemerintah Ambil Jalan Pintas

Tekan Subsidi, DPR Mau PLN Lakukan Efisiensi Tak Tergantung BBM
KAMIS, 30 AGUSTUS 2012 | 08:05 WIB

DPR kelihatannya bakal menolak usulan pemerintah yang akan menaikkan tarif dasar listrik (TDL) tahun depan. Alasannya, PLN belum maksimal melakukan penghematan energi untuk pembangkitnya.

Anggota Komisi VII DPR Achmad Rilyadi mengatakan, pi­haknya masih menunggu usulan resmi pemerintah soal kenaikan TDL tahun depan. Hingga saat ini komisinya belum menerima rencana tersebut.

“Usulan kenaikan ini kan su­dah disampaikan dari dua tahun la­lu, tapi DPR menilai masih ba­nyak cara untuk menekan subsidi listrik, salah satunya penghe­matan di PLN,” katanya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Politisi Partai Keadilan Sejah­tera (PKS) ini mengatakan, yang harus dilakukan PLN untuk me­nekan subsidi listrik adalah me­lakukan efisiensi energi primer untuk pembangkitnya. Sebab, saat ini BUMN listrik itu masih tergantung pada BBM.

Padahal, jika perusahaan listrik pelat merah itu bisa mengurangi ketergantungan terhadap BBM dan beralih menggunakan energi lain, subsidi listrik bisa ditekan.

Rilyadi menganggap ada inefesiensi di PLN. Inefisiensi tersebut dituding sebagai biang keladi terjadinya kenaikan nilai subsidi TDL yang dalam Ang­garan Pendapatan dan Belanja Ne­gara Perubahan  (APBNP) 2012 menjadi Rp 93 triliun dari Rp 53 triliun di APBN 2012.

Hasil audit Badan Pemeriksa Ke­uangan (BPK) menemukan ine­fisiensi sebesar Rp 17 triliiun pada tahun 2009 dan tahun 2010 sebesar Rp 19,7 triliun.

Menurut Rilyadi, inefisensi itu juga disebabkan masih adanya pembangkit listrik yang dimiliki PLN memakai sistem dual failing, artinya bisa memakai gas dan BBM. Sayangnya, PLN lebih memilih menggunakan BBM untuk pembangkitnya tersebut.

“PLN melakukan efisiensi dulu lah, baru nanti subsidi boleh di­kurangi. Kan kasihan rakyat selalu dibebankan yang bukan karena kesalahan mereka,” tegasnya.

Namun, ia mengaku tidak heran dengan melonjaknya sub­sidi listrik. Alasannya, pem­bangunan pembangkit 10 ribu megawatt terlambat selesai, sementara jumlah pelanggan setiap tahunnya terus meningkat.

“Jika pemerintah tetap ngotot menaikkan TDL, tentu harus ada kompensasinya. Pemerintah selalu mengambil jalan pintas,” tandasnya.

Hal senada disampaikan ang­gota Komisi VII dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Mu­hammad Syafrudin. Menurutnya, peme­rintah harus menjelaskan alasan yang kuat menaikkan TDL.

“Kita harus melihat masukan yang disampaikan pemerintah, posisi mana yang akan dinaikkan dan jenis apa saja,” katanya.

Tapi yang paling utama adalah besaran kenaikannya berapa. Ja­ngan sampai usulan kenaikan ter­sebut yang bertujuan untuk me­nekan subsidi listrik justru menjadi beban bagi masyarakat dan pengusaha kecil dan menengah.

Untuk menekan subsidi listrik, pemerintah harus mulai mening­galkan ketergantungan terhadap pem­bangkit listrik yang meng­gunakan BBM. Pasalnya, BBM inilah yang membuat subsidi lis­trik melonjak. Solusinya mem­berdayakan listrik dari energi baru dan terbarukan.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Suryo Bambang Sulisto meminta agar kenaikan TDL dilakukan bertahap supaya tidak langsung menghantam industri. Apalagi tahun depan kenaikan harga gas untuk industri juga diberlakukan.  “Jangan sampai mengganggu produksi industri,” harapnya.

Untuk itu, pemerintah akan mem­bahas skema rencana ke­naikan TDL bersama pelaku usaha agar subsidi untuk sektor energi supaya tidak terlalu besar.

“Pemerintah memahami bah­wa pelaku usaha merasa kebe­ratan menghadapi kenaikan tarif listrik tahun depan. Dalam waktu dekat akan diadakan pertemuan dengan pengusaha membahas skema kenaikan tarif listrik dan aturan yang bisa mengkom­pensasikan kenaikan tersebut,” jelas Menteri Perindustrian (Men­perin) MS Hidayat di Jakarta, kemarin.

Usulan dari pelaku usaha, menurut Hidayat, akan ditam­pung pemerintah dan dibahas secara bersama.

PLN mengaku siap menaikkan TDL kapan saja, menunggu arahan dari pemerintah.

“Kami (PLN) siap kapan saja menaikkan tarif listrik jika pemerintah memerintahkan naik. Tahun depan, bulan depan bah­kan hari ini, tinggal diatur di pu­sat (Jakarta) seluruh Indonesia su­dah menggunakan tarif listrik baru. Ini karena sistem kita se­luruhnya sudah terkom­pu­te­risasi,” kata Direktur Utama PLN Nur Pamudji.

Namun keputusan kenaikan tarif listrik ada di tangan peme­rintah dan DPR. “Dalam Nota Keuangan yang disampaikan Presiden ke DPR sudah jelas, diajukan kenaikan tarif listrik secara bertahap per triwulan, nanti DPR akan membahas di Badan Anggaran dan di komisi-komisi terkait (Komisi VII DPR),” ujar Nur. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya