Berita

surono/ist

Surono Imbau Warga Sekitar Marapi Tidak Panik

RABU, 29 AGUSTUS 2012 | 18:37 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kepala Vuklanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Dr Surono mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Marapi Sumatera Barat tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa. Masyarakat juga diimbau tidak terpancing dengan isu-isu yang tidak jelas sumbernya.

"Tidak benar tinggi hembusan asap mencapai 2891 meter, itu ketinggian puncak Gunung Marapi dari permukaan laut. Jika ada media yang memuat tentang letusan Gunung Marapi dengan ketinggian asap kurang dari 1000 meter dari puncak agar diabaikan saja, tidak perlu ditanggapi," kata Surono dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi (Rabu, 29/8).  

Dijelaskan dia, Gunung Marapi di wilayah Provinsi Sumatra Barat memang hingga kini masih dalam status Waspada (Level II). Pagi tadi pukul 08.00 WIB gunung mengeluarkan asap putih tipis dengan ketinggian 300-400 meter dari puncak dengan tekanan lemah. Pada pukul 09.00, Gunung Marapi tertutup kabut. Namun, hal itu tidaklah membahayakan.


Setiap hari, katanya, paling sedikit 4 kali Gunung Marapi mengeluarkan asap dengan ketinggian kurang dari 1000 meter dari puncak. Kejadian tersebut merupakan karakter Gunung Marapi dan tidak membahayakan hidup dan kehidupan masyarakat serta tidak mengganggu lingkungan di sekitar Gunung Marapi.

"Jika ada isu-isu yang tidak jelas sumbernya jangan panik, agar dikoordinasikan/ditanyakan kepada BPBD Provinsi Sumatra Barat yang senantiasa berkoordinasi dengan PVMBG dalam mitigasi bencana geologi, atau ke Pos Gunung Marapi di Bukit Tinggi," tandas dia.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya