ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
Aturan baru Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menetapkan uang muka (Down Payment/DP) cuÂkup tinggi untuk kredit kenÂdaraan bermotor. Bank hanya memÂbeÂrikan pembiayaan sebeÂsar 70 perÂsen untuk jenis mobil, seÂdangÂkan perusahaan pemÂbiaÂyaan seÂbesar 75 persen.
Hal itu berdampak pada meÂnurunnya angka penjualan kenÂdaraan bermotor dari para proÂdusen dan perusahaan pemÂbiaÂyaan. Deputi Director Adira FiÂnance Cornel Hugroseno mengaÂtakan, sejak penerapan pemÂbaÂtasan DP minimal 20 persen perÂtengahan Juli lalu, membuat penÂjualannya turun.
Data Adira menyeÂbutÂkan, penÂjualan kendaraan berÂmotor seÂlama Juni dan Juli 2012 turun drasÂtis. Jika penjualan Mei 2012 mencaÂpai Rp 3,3 triliun, dua buÂlan beriÂkutnya rata-rata penÂjuaÂlan per buÂlan hanya mencapai Rp 2,6 triliun.
“Kalau (penjualan) di mobil masih bagus, tapi motor yang paÂling banyak (penurunan penjualÂan). Mungkin masyaÂrakat harus meÂnabung dulu untuk memenuhi uang muka sebesar 30 persen,†keluhnya.
Pantauan Rakyat Merdeka di lapangan, masih ada saja pihak-pihak yang tidak menerapkan perÂaturan tersebut dengan cara tidak mengenakan DP 30 persen kepada konsumen.
Salah satu sumber di dealer kendaraan bermotor yang ditemui Rakyat Merdeka mengaku, piÂhakÂnya sengaja melakukan hal itu sebab jika tetap menerapkan DP 30 persen, maka akan sulit berÂsaing. “Kami mau tidak mau meÂÂlaÂkukannya. Habis mau giÂmaÂna lagi untuk tingkatkan penÂjuÂalan. Orang mana mau beli kalau DP-nya kemahalan,†cetusnya.
Lalu bagaimana caranya? Dia menjawab hanya melakukan kongÂkalikong dengan pihak bank yang siap bekerja sama. Angka-angka data konsumen bisa diÂpermainkan dengan memÂberikan data yang tidak sesuai dengan kenyataan.
Di tempat terpisah, ada juga pihak yang tidak bisa meÂngelak dari peraturan BI tersebut. Karena sudah ada sistem yang tidak bisa meloloskan jika ada permintaan pembelian dengan DP di bawah 25-30 persen. “Kalau ada kami langsung menolak dan tidak bisa di-approÂve. Karena semuanya by system, kalau manual hanya unÂtuk back up saja,†tuturnya keÂpada Rakyat Merdeka.
Juru Bicara BI Difi Ahmad Johansyah menegaskan, jika ada bank yang melanggar peraturan penerapan DP 30 persen, maka akan dikenakan sanksi.Bank yang melanggar ketenÂtuan DP 30 perÂsen akan dikeÂnaÂkan sanksi adÂministratif sebaÂgaimana yang dimaksud dalam pasal 34 PerÂaturan Bank IndoÂnesia Nomor 5/8/PBI/2003 tenÂtang PeÂnerapan Manajemen RiÂsiko bagi Bank Umum sebaÂgaiÂmana telah diubah dengan PeraÂturan Bank Indonesia Nomor 11/25/PBI/2009.
“Selain dikenakan sankÂsi adÂministratif berupa teguÂran terÂtulis, Bank wajib meÂnyampaikan action plan sesuai batas waktu yang diÂtetapkan BI. BeÂrupa koÂmitmen untuk tidak meÂlakukan pelangÂgaran kemÂbali,†tegas Difi kepada Rakyat Merdeka.
Difi menambahkan, apabila masih melanggar lagi, maka akan diberikan sanksi adsministratif berÂupa penurunan tingkat keseÂhatan bank, pembekuan kegiatan usaha tertentu dan Pencantuman anggota pengurus, pegawai. BahÂkan bank tersebut bisa diangÂgap tidak lulus dalam penilaian keÂmampuan dan kepatutan.
Sementara untuk pihak leasing, dalam Peraturan Menteri KeuaÂngan Nomor 43/PMK/2012 tenÂtang Uang Muka Pembiayaan KonÂÂÂsuÂmen tercantum, leasing akan diÂberikan peringatan tertulis paling baÂnyak tiga kali berturut turut deÂngan masa berlaku maÂsing-maÂsing dua bulan kepada peruÂsahaan pemÂbiayaan yang meÂlanggar.
Pembekuan kegiatan usaha haÂrus diberikan secara tertulis keÂpada perusahaan pembiayaan yang melakukan pelanggaran. Dilarang melakukan kegiatan usaha kecuali untuk pemenuhan rasio utang pembayaran. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10
Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00
Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44
Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34
Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03
Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41
Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39