Berita

dewi aryani/ist

KEBAKARAN JAKARTA

Ahok: Dewi Aryani Bukan Anggota Timses Kami

SENIN, 27 AGUSTUS 2012 | 06:07 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Anggota PDI Perjuangan, Dewi Aryani, dikecam berbagai kalangan karena pernyataannya tentang kebakaran di Jakarta berlebihan dan terkesan mengada-ada serta dapat memprovokasi masyarakat.

Tanpa mengantongi hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), anggota Komisi VII DPR RI itu mengatakan kebakaran di Jakarta yang terjadi beberapa kali belakangan ini adalah teror bencana yang secara sistematik dan terstruktur di kantung-kantung suara Joko Widodo dan Basuki T. Purnama.

Atas pernyataannya itu Dewi Aryani telah dilaporkan ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta. Laporan ini akan diproses paling lama 14 hari. Bila yang ditemukan adalah unsur tindak pidana umum, bukan unsur tindak pidana pemilu, Dewi Aryani akan dilaporkan ke polisi.

Kepada Rakyat Merdeka Online Minggu malam (26/8), Basuki T. Purnama alias Ahok secara tersirat menyatakan pihaknya tidak ikut bertanggung jawab atas apa-apa yang disampaikan Dewi Aryani.

"(Saya) belum tahu pernyataan itu. Lagian dia (Dewi Aryani) tidak tercatat sebagai anggota timses kami," kata Ahok.

Pria dari Belitung itu juga mangatakan dirinya belum mendengar pengaduan yang disampaikan masyarakat ke Panwaslu DKI Jakarta atas pernyataan Dewi Aryani.

"Tanya yang bersangkutan, atau tanya partainya," ujar Ahok lagi.

Mengenai kebakaran di Jakarta, Ahok mengingatkan, pihaknya telah menyampaikan pernyataan resmi. Seperti kubu pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Rami, Ahok dan pasangannya, Jokowi, juga tidak melihat kaitan antara peristiwa kebakaran tersebut dengan proses pemilihan gubernur DKI Jakarta.

"Secara resmi Pak Jokowi sudah mengatakan jangan menuduh dan jangan berprasangka buruk," sambungnya sambil menambahkan bahwa Kepolisian adalah pihak yang berwenang untuk mengusut setiap kebakaran.

Ahok yang sebelumnya adalah anggota DPR RI dari Partai Golkar dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta ini didukung Partai Gerindra yang didirikan mantan Danjen Kopasus Prabowo Subianto. Ia diduetkan dengan Jokowi yang didukung PDIP tak lama sebelum masa pendaftaran kandidat gubernur dan wakil gubernur berakhir. [guh]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya