Berita

ilustrasi/ist

BENTROKAN SAMPANG

AT: Ada yang Ingin Memicu Konflik Sektarian

MINGGU, 26 AGUSTUS 2012 | 17:23 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Bentrokan warga kembali terjadi di Sampang, Madura, Jawa Timur. Hamama dan Thohir tewas akibat bacokan senjata tajam. Sementara empat lainnya mengalami luka serius dan enam mengalami luka ringan. Seorang ibu sempat pigsan terkena batu yang dilemparkan kelompok penyerang.

Dari berbagai informasi yang dikumpulkan disebutkan bahwa penyerangan sekitar pukul 11.00 WIB itu dilakukan sekelompok orang terhadap warga yang hendak mengantarkan anak-anak mereka melanjutkan sekolah ke pesantren di Pulau Jawa, khususnya di Pekalongan dan Bangil.

Kelompok penyerang sempat mengancam akan membakar angkot yang ditumpangi.

Perbedaan pandangan keagamaan diduga menjadi sebab dari penyerangan itu. Warga yang hendak mengantarkan anak-anak mereka ke Pulau Jawa itu adalah pengikut aliran Syiah.

“Kami mengutuk pembantaian di Nangkernang dan menuntut pertanggungjawaban pemerintah,” kata Direktur LBH Universalia, Ahmad Taufik, dalam keterangan yang diterima redaksi, Minggu sore (26/8).

“Pembantaian ini juga isyarat pemerintah tak berdaya menghadapi begundal berjubah," sambungnya.

Ahmad Taufik juga menjelaskan polisi di Sampang sebenarnya sudah mengetahui rencana penyerangan. Tetapi dianggap menutup mata.

Korban penyerangan telah melaporkan kejadian in ke pihak Kepolisian. Tetapi, lanjut Ahmad Taufik, korban malah disalahkan karena memaksa diri mengantarkan anak-anak mereka melanjutkan sekolah ke luar pulau.

“Kami mensinyalir ada pihak tertentu yang ingin memicu konflik sektarian antara Sunni dan Syiah di Indonesia layaknya di Pakistan dan Irak,” demikian Ahmad Taufik. [guh]


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Polisi Pastikan Pengemudi Pikap yang Tabrak Petugas di Gerbang DPR Mabuk Alkohol

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:26

Wakil Presiden Tanzania Emmanuel Nchimbi Mundur Usai Berselisih dengan Presiden

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:18

Wall Street Melemah, Investor Cermati Pidato Kevin Warsh

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:14

Dony Oskaria Bongkar Penataan BUMN: 290 Selesai, 254 Jadi Target

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:03

Banjir Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Paus Leo XIV Kirim Doa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:46

Saham Eropa Melesat Cantik Dipimpin Sektor Mewah dan Perbankan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:34

Dua Sumur Baru PHSS di Struktur Semberah Lampaui Target Produksi Migas

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:19

PKM Dorong Keluarga Muba Naik Kelas, Rp25 Juta Jadi Modal Kemandirian Ekonomi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:07

Ichsanuddin Noorsy dan Pemikiran Ekonomi Konstitusi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:54

MBG Jadi Bantalan Ekonomi Masyarakat Bawah, Kritik jadi Evaluasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:46

Selengkapnya