Berita

ilustrasi, Beras bulog

Bisnis

Mendag Masih Pikir-pikir Lakukan Impor Beras

Buffer Stock Di Bulog Masih Aman
MINGGU, 26 AGUSTUS 2012 | 08:19 WIB

Untuk menjaga pasokan beras di dalam negeri, Indonesia be­ren­cana mengimpor beras sebanyak 500 ribu ton dari Vietnam dan Thailand September mendatang. Tapi ingat, itu tergantung kondisi pasokan dalam negeri, jika diper­lukan maka impor akan berjalan.

Selain itu, opsi mengimpor beras dari Vietnam dilakukan un­tuk mengantisipasi terjadinya in­flasi serta krisis pangan. Indo­nesia sebagai negara terpadat ke­empat dunia khawatir kekeringan di Amerika Serikat (AS) mem­buat harga pangan jagung dan kedelai naik.

Namun, Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan mene­gaskan, untuk saat ini Indonesia be­lum membutuhkan tambahan beras impor dari Vietnam. Di­ka­renakan stok beras untuk ke­butuhan dalam negeri masih mencukupi. “Sampai saat ini buffer stock beras di Bulog masih ada sekitar 2,2 hingga 2,3 juta ton,” ujarnya.

Menurut Gita, pihaknya akan melakukan kajian untuk memu­tuskan apakah diperlukan untuk meng­impor beras demi me­ngamankan stok nasional. Sebab, dia masih ragu Indonesia butuh im­por beras lagi karena buffer stock di Bulog masih dalam taraf aman.

Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso mengatakan, pem­berian alokasi impor harus diikuti dengan kewajiban me­nyerap produksi dalam negeri baik oleh Bulog maupun importir. BUMN pangan ini pun berharap setidaknya dapat menyangga beras, gula dan kedelai pada 2014 dengan menguasai minimal 15 persen dari kebutuhan tiga ko­mo­ditas tersebut untuk mengen­dalikan harga pasar.

Pihaknya menyadari saat ini struk­tur pasar sudah terbentuk de­ngan adanya beberapa importir yang menjadi pemain utama dalam perdagangan komoditas tertentu. Oleh sebab itu, Bulog meminta pemerintah mengambil keputusan menyangkut jumlah yang dapat diimpor dan peng­alokasiannya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional selama 2012 diramalkan naik 4,3 persen sehingga terjadi surplus 5 juta ton. 

Hingga saat ini Bulog sudah menyerap beras sebanyak 2,5 juta ton atau  50 persen dari surplus itu sudah dikuasai. Sedangkan per­sediaan beras selama Rama­dhan dan Idul Fitri, Bulog mengklaim sudah ada stok beras sebanyak 468 ribu ton. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya