Berita

ilustrasi, calo

Bisnis

Politisi Senayan Desak Calo Tiket Dibersihkan

JUMAT, 24 AGUSTUS 2012 | 08:10 WIB

Komisi V DPR mendesak pe­merintah membersihkan sta­siun dari calo tiket saat arus balik Lebaran serta mengan­tisi­pasi lonjakan tarif angkutan yang kadang melewati batas kewajaran.

Anggota Komisi V Saleh Hu­sin mengatakan, pember­sihan calo menjadi tantangan pa­ling utama bagi Kemen­terian Perhubungan (Kemen­hub) dalam memberikan pela­yanan terhadap masyarakat yang ingin kembali sesudah li­bur Lebaran. Tentunya, ke­bera­daan calo ini hanya men­cari keun­tungan sesaat bagi pa­ra pem­udik yang tengah su­sah payah mencari tiket untuk kembali.

“PT Kereta Api Indonesia (KAI) harus benar-benar mem­bersihkan stasiun, ter­utama Stasiun Gambir dan Se­nen dari calo yang subur saat libur Lebaran. Ini harus dila­kukan untuk menghindari para penumpang dari ulah para calo yang sering menyusahkan dan menyesatkan masyarakat,” ucap anggota Fraksi Partai Hanura ini.

Anggota Komisi V Marwan Jafar mendesak pengusaha angkutan publik seperti bus dan pesawat tidak mem­ber­lakukan harga tiket di luar ba­tas yang telah ditentukan pe­merintah karena meman­faat­kan momentum libur Lebaran untuk meraup untung besar.

“Pemerintah perlu mem­beri­kan teguran dan hukuman bagi pengusaha angkutan umum yang semena-mena me­naikkan harga tiket,” tegasnya.

Ia pun berharap seluruh transportasi publik, baik darat, laut maupun udara mening­katkan pelayanan dan kualitas semua armadanya agar mam­pu dan maksimal melayani pe­num­pang secara aman dan nyaman.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhu­bungan (Kemenhub)

Bambang S Ervan mengaku belum menerima informasi ke­naikan tarif angkutan yang ber­lebihan. Menurutnya, ke­nai­kan harga tiket bus pada saat liburan hal wajar.

“Semua ada range antara batas bawah dan batas atas. Se­muanya masih wajar dan ma­sih dalam batas tarif,” ujarnya.

Bambang yakin para pe­ngusaha bus tidak menda­pat­kan keuntungan banyak. Un­tuk itu, pihaknya tidak akan memper­masalahkan perihal ke­naikan tarif angkutan umum, seperti bus. Sebab, biasa­­nya saat arus balik pasca Le­baran akan terjadi kema­cetan, sehingga waktu tempuh jadi lebih lama.

Otomatis bahan bakar pun akan bertambah, penggunaan tarif batas atas itu untuk menutup kenaikan bahan bakar yang dibutuhkan tersebut.

“Itu kebijakan setiap perusa­haan, tapi yang perlu dilihat ada­lah besarannya tadi. Ja­ngan sam­pai melebihi batas atas. Ka­lau melebihi, ya nanti ada te­guran,” ungkap Bambang.  [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya