Berita

ilustrasi

Bisnis

KKP Genjot Sistem Logistik Ikan Nasional

KAMIS, 23 AGUSTUS 2012 | 08:05 WIB

Dirjen Pengolahan dan Pema­saran Hasil Perikanan (P2HP) Kementerian Kelautan dan Per­ikanan Saut P Hutagalung menjelaskan, pihaknya sudah membangun sentra pengolahan ikan sebanyak 24 sentra dan semuanya sudah beroperasi.

“Sentra itu antara lain 1 sentra rumput laut, 1 sentra teripang, 4 sen­tra pindang, 2 sentra fillet, 2 sen­tra patin asap dan fillet. Yang lain­nya sentra ikan asap, kerupuk, teri, dan  produk nilai tambah lainnya,” katanya kepada Rakyat Merdeka.

Menurut Saut, lokasi penye­baran sentra pengolahan ikan ada di berbagai tempat, misalnya pro­duk Pindang (Trenggalek-Jatim, Klungkung-Bali, Pati-Jateng dan Lombok Timur), Fillet (Tegal), Patin Asap dan Fillet (Kampar-Riau, Muaro Jambi), Ikan asap (Je­para, Demak, Boyolali, Mina­hasa Selatan).

 Sedangkan untuk anggaran tahun 2012 termasuk fisik, pem­binaan oleh daerah dan pem­binaan pusat sekitar Rp 9 miliar.

Perlu diketahui, Unit Pengo­lahan Ikan (UPI) seperti unit pe­ngalengan ikan utilitasnya me­ningkat sekitar 15 persen pada Oktober tahun lalu, namun untuk tahun ini terdapat sekitar 100 persen peningkatan termasuk di utilitas pemindangan. Untuk UPI yang berskala besar ekspor ber­jumlah sekitar 500 unit, se­dangkan UPI yang kecil meru­pakan sektor UMKM dan tra­disional berjumlah 60 ribu tersebar di berbagai daerah.

Untuk distribusi hasil tang­ka­pan ikan, kerja sama antar daerah terus diperkuat untuk mewu­jud­kan Sistem Logistik Ikan Na­sional (SLIN) yang terintegrasi. Salah satu contoh daerah yang mu­lai menerapkan sistem SLIN yak­ni Provinsi Jawa Timur yang telah bekerja sama antara lain dengan Provinsi Maluku dan Maluku Utara.

“Kerja sama itu untuk men­datangkan produksi ikan dari daerah Maluku ke Jawa Timur,” jelas Saut.

Menteri Kelautan dan Per­ikanan Sharif Cicip Sutardjo meng­klaim pihaknya sudah mem­bantu nelayan di Provinsi Lampung Selatan untuk me­ning­katkan kapasitas produksi. Bantuannya berupa kapal yang ka­pasitasnya 10-30 gross ton (GT), ada juga kapal nelayan yang kecil.

“Karena para nelayan di sini (Lampung Selatan) melaut dengan jarak 5-10 mil sudah men­dapatkan ikan. Kalau ka­palnya besar maka biaya ope­rasionalnya juga sangat besar. Ma­ka nelayan akan me­nunggu ban­tuan dari pemerintah daerah atau swasta untuk opsi melaut 1 ming­gu hingga 1 bulan,” ucapnya.

Dikatakan Cicip, di Lempasing Lampung Selatan, hanya memer­lukan back up pengolahan ikan dan penambahan armada kapal. Jadi ikan yang ditangkap, nan­tinya bisa dimasukan ke cold storage. Saat ini, cold storage kapasitas terpasang hingga 20 ribu ton, sedangkan yang ada sekarang hanya dapat menam­pung sekitar 5 ribu ton.

Padahal itu sangat dibutuhkan oleh para pengolah ikan untuk meningkatkan usaha perikanan. Untuk itu, pihaknya terus ber­upaya mengembangkan industri pengolahan perikanan dalam negeri yang berdaya saing tinggi, sehingga dapat memberikan nilai bagi industri perikanan domestik. [HARIAN RAKYAT MERDEKA]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya