ilustrasi
ilustrasi
Direktur Niaga dan PemaÂsaran Pertamina Hanung Budya Yuktyanta mengatakan, untuk meÂngamankan stok BBM naÂsional selama menjelang LeÂbaÂran, Pertamina telah melakukan imÂpor sebesar 1,2 juta barel. Dari total impor tersebut terdiri dari preÂmium 740.000 barel, solar 200.000 barel dan avtur (bahan bakar pesawat) 80.000 barel.
“Impor yang dilakukan ini semuanya dilakukan anak peruÂsahaan Pertamina yakni Petral,†katanya.
Bahkan, rencananya untuk mengamankan stok BBM seusai Lebaran, Pertamina akan mÂlaÂkukan impor BBM tambahan.
Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan menjanjikan stok BBM aman dan mampu mencukupi kebutuhan maÂsyarakat. Pihaknya mengÂinstrukÂsikan kepaÂda para pengelola StaÂsiun PengiÂsian Bahan Bakar Umum (SPBU) agar beroperasi 24 jam. Dimulai H-15 hingga H+15, di sepanjang jalur mudik di kawasan pantai utara (pantura) dan Sumatera.
Pertamina juga akan mengÂhiÂlangkan hambatan distribusi BBM, dengan menyiapkan SPBU kantong. Mobil tersebut akan berfungsi sebagai tempat moÂbil tangki berisi BBM yang akan dikirimkan ke SPBU yang keÂkurangan stok. Selain itu, ada langkah switching tangki pendam di SPBU dari solar ke premium/pertamax di 45 titik lokasi SPBU.
Pertamina juga mengoptimaÂlisasi dan menambah jumlah moÂbil tangki di wilayah Sumatera SelaÂtan, Jawa Barat, Jawa TeÂngah, Jawa Timur dan Bali-Nusa Tenggara dengan jumlah persenÂtase 6,5 persen dari armada mobil tangki yang ada.
Jalur juga menjadi perhatian, dengan melakukan pengaturan pembedaan jalur pelayanan antara motor dan mobil konsuÂmen serta menyediakan pelayaÂnan SPBU Transit khusus sepeda motor (di 117 titik lokasi SPBU). PerÂtamina juga mempersiapkan pola RAE (Regular Alternative on Emergency) jika terjadi kendala distribusi BBM di titip suplai tertentu.
Langkah selanjutnya adalah berkoordinasi dengan pemda, aparat kepolisian dan instansi terÂkait lainnya demi terciptanya keÂamanan yang kondusif dalam menÂjaga kelancaran distribusi BBM.
Di luar BBM, sebanyak 4.874 SPBU juga diinstruksikan untuk meningkatkan pelayanan muÂshala, toilet, ATM, serta memÂperÂhatikan aspek kebersihan, juga memperÂbanyak layanan PertaÂmina DEX dalam kemasan di jalur mudik.
Anggota Komisi VII DPR Dito Ganinduto menegaskan, sebaikÂnya peÂmerintah tidak terus-teruÂsan meÂlakukan impor BBM yang setiap taÂhunnya selalu meningkat. Ini dikhaÂwatirkan membuat deÂfisit neÂraca perdagangan semakin tinggi.
“Heran, masalah ini kan tidak pernah terselesaikan oleh pemerintah dari tahun ke tahun. Memang permintaan masa LeÂbaran pasti meningkat. Tapi jaÂngan ambil jalan pintas dengan langsung impor saja, kan masih ada opsi lain,†kritiknya.
Dito menyarankan pemerintah segera membangun kilang miÂnyak untuk kebutuhan konsumsi BBM di Indonesia, mengingat keÂbutuhan dalam negeri selalu meÂningkat daripada ambil kebiÂjakan impor setiap saat yang memÂbebankan dana ABPN. “Kilang minyak yang bangun harus pemerintah, jangan dari swasta lagi. Selain itu, kilang yang ada saat ini harus ditingÂkatkan lagi produksinya,†tanÂdasnya. [HARIAN RAKYAT MERDEKA]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55
UPDATE
Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10
Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00
Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44
Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34
Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03
Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41
Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39