Berita

sri mulyani/ist

Inilah Kesaksian Menteri Keuangan Ad Interim yang Berkaitan dengan Testimoni Antasari

Sri Mulyani Marah-marah dalam Teleconference yang Dihadiri Hampir Semua Pejabat BI
RABU, 22 AGUSTUS 2012 | 09:15 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Sebelum hari Kamis tanggal 13 November 2008, pemerintah tidak menyadari persoalan serius di tubuh Bank Century yang kini telah berubah nama menjadi Bank Mutiara.

Menteri Keuangan ad Interim ketika itu, Sofyan Djalil, mengatakan bahwa pada tanggal tersebut dirinya menerima laporan Gubernur Bank Indonesia Boediono mengenai kondisi Bank Century yang mengalami kekalahan dalam kliring.

Ketika itu Sofyan Djalil adalah Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Untuk sementara ia menempati pos Menteri Keuangan karena Sri Mulyani sang Menteri Keuangan sedang berada di Amerika Serikat.

"Sebelum tanggal tersebut pemerintah tidak aware bahwa ada masalah serius di BC (Bank Century). Mungkin BI tahu, karena mereka yang mengawasi," demikian pernyataan Sofyan Djalil yang diterima redaksi dari Staf Khusus Presiden Andi Arief.

Malam hari setelah menerima laporan Boediono, Sofyan Djalil menggelar teleconference dengan Sri Mulyani. Hampir semua pimpinan BI hadir dalam pembicaraan jarak jauh itu.

Menurut Sofyan Djalil, dalam teleconference Sri Mulyani marah-marah mengenai kualitas pengawasan BI terhadap Bank Century sehingga kalah kliring.

Nah, adapun yang dibicarakan Antasari adalah rapat tanggal 9 Oktober 2008, jauh sebelum BC mengalami kalah kliring.

"Jadi rasanya mustahil SBY bicara bailout BC pada saat tersebut, karena pemerintah sendiri bahkan tidak aware ada masalah serius di BC," ujar Sofyan Djalil lagi.

Sofyan yang juga pernah menjadi Menteri Komunikasi dan Informatikan dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) I mengatakan bahwa pernyataan yang disampaikannya ini insya Allah benar dan tidak ada kepentingan apapun kecuali untuk kebenaran itu sendiri. [guh]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya