Berita

ilustrasi

Bisnis

Harga Daging Di Pasaran Diprediksi Masih Tinggi

Kuota Terbatas
RABU, 22 AGUSTUS 2012 | 08:13 WIB

Harga daging sapi pasca Le­baran kelihatannya masih tinggi. Pemerintah diminta menga­tasi masalah harga tersebut.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Impor Daging Indo­nesia Thomas Sembiring kha­watir saat hari H (Lebaran) dan setelah Lebaran harga daging ma­sih tembus Rp 80 ribu per kilogram (kg).  “Dalam dua tahun terakhir, harga tertinggi daging mencapai Rp 70-75 ribu per kg. Masa­lah­nya, dalam beberapa waktu ke de­pan harganya tidak bisa dipre­diksikan, mungkin sampai akhir tahun harganya tetap tinggi,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka.

Untuk itu, pihaknya meminta pemerintah bertanggung jawab mengatasi masalah tingginya harga daging di pasaran. Apalagi pemerintah menjamin stok daging selama Lebaran mencukupi.

Menurut Thomas, permasa­lahan seperti ini selalu terjadi setiap tahun tapi tidak ada solusi dan kebijakan pemerintah yang bisa meredam kenaikan harga ba­han pangan.

Dalam Undang-Undang Pa­ngan disebutkan, bahan pokok harus disediakan negara dengan harga yang terjangkau. Kenya­tannya, saat ini semua bahan pa­ngan sudah banyak yang tidak terjangkau.  “Masyarakat banyak yang tidak mampu untuk membeli sembako. Pemerintah harus segera mencari cara menyele­saikan masalah klasik ini,” cetusnya.

Thomas mengaku pihaknya memang tidak bisa memprediksi be­rapa kebutuhan daging saat Le­baran dan setelahnya. Sebab, kuota yang diberikan pemerintah sa­ngat terbatas. Bahkan, sudah diberikan langsung kepada in­dustri pengo­lahan, restoran dan hotel.

Padahal, pihaknya telah me­minta agar kuota yang dibu­tuhkan tidak dipotong atau diku­rangi secara drastis. Pada 2010 kuota daging yang ada 170 ribu ton, kemudian pada 2011 terdapat 100 ribu ton. Lalu 2012 hanya mencapai 34 ribu ton.

“Ya kami berharap tahun 2012 paling tidak bisa menembus 80 ribu ton. Itu pun sebenarnya ma­sih sangat kurang, tapi kita tidak bisa meminta yang lebih banyak lagi,” keluhnya.

Menurut Thomas, pihaknya su­dah mengingatkan kepada peme­rintah dari awal tahun supaya menambah stokan daging secara nasional. Berdasarkan perhitu­ngan dari Dewan Daging Indone­sia, dengan kuota yang ditetapkan tidak akan mencukupi sampai akhir tahun. [HARIAN RAKYAT MERDEKA]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya