ilustrasi
ilustrasi
“Diprediksi konsumsi elpiji mengalami lonjakan saat libur Lebaran. Pertamina dan KemenÂterian ESDM harus memastikan paÂsokan distribusi kepada maÂsyarakat tidak terganggu. Perlu juga dilakukan koordinasi dengan pihak berwenang terhadap keÂmungÂkinan penyalahgunaan speÂkulan yang memanfaatkan moÂmentum ini,†ujar anggota KoÂmisi VII DPR Rofi’ Munawar kepada Rakyat Merdeka.
Rofi’’juga’sudah memprediksi, sepanjang bulan puasa hingga akhir libur Lebaran konsumsi pengguÂnaan elpiji mengalami peningkatan hingga 10 persen. Kenaikan perÂmintaan terjadi seiring dengan meningkatnya kebuÂtuhan konÂsumsi, khususnya elpiji 3 kg dan 12 kg untuk rumah tangga.
Secara keseluruhan, estimasi pemakaian BBM dan elpiji mulai dari puasa hingga libur Lebaran umumnya naik. Adapun rincianÂnya, premium naik 3,3 persen dari rata-rata harian normal 78.000 kiloliter (KL) menjadi 80.000 KL, Avtur naik 6 persen dari rata-rata harian normal 10.763 KL menjadi 11.384 KL dan elpiji PSO naik 3 persen dari rata-rata harian normal 11.351 MT menjadi 11.695 MT.
Adapun Solar turun 12,9 persen dari rata-rata harian norÂmal 44.000 KL menjadi 38.000 KL, dan elpiji non PSO sama dengan rata-rata harian normal 3.559 MT.
“Kelangkaan elpiji biasanya terjadi akibat pembelian dalam jumlah besar yang dilakukan oleh spekulan untuk mendapatkan keuntungan lebih,†cetusnya.
Selain itu, lanjut Rofi’, tidak jarang ditemukan adanya perilaÂku yang tidak jujur oleh oknum pengusaha elpiji dengan melakuÂkan pengoplosan secara terenÂcana. Untuk itu, ia meminta PertaÂmina sebagai operator meÂmantau dan mengawasi distribusi BBM dan elpiji agar tidak terjadi kebocoran.
Apalagi, kata dia, sebelumnya Tim Gabungan Bareksrim Polri dan Polres Jakarta Timur telah mengungkap usaha pengoplosan ribuan tabung elpiji di Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Dalam operasi penangkapan tersebut, polisi menyita 2.005 tabung gas melon ukuran 3 kg, 346 tabung ukuran gas 50 kg dan 284 tabung ukuran 12 kg.
“Di beberapa daerah elpji 3 kg telah mengalami kenaikan harga mencapai
Rp 16 ribu per tabung. Selain itu, ditemukan juga adanya usaha pengoplosan untuk meraih keuntungan semata. Kementerian ESDM serta Pertamina harus memastikan pasokan elpiji bukan hanya pada aspek ketersediaan tapi keterjangkauan harga bagi masyarakat,†tegas Rofi’.
Menanggapi itu, Vice President Corporate Communication PertaÂmina Ali Mudakir memastikan keÂtersediaan elpiji aman dan tanÂpa kendala sehingga konsuÂmen tetap bisa menikmati liburan Lebaran.
“Kami berharap baik saat mudik maupun libur Lebaran aman dan lancar. Tidak ada kendala karena kami selalu melakukan effort untuk kesediaan elpiji,†ujar Ali kepada Rakyat Merdeka.
Ia mengatakan, pasca Lebaran konÂsumsi elpiji tidak mengalami keÂnaikan yang cukup signifikan dari hari biasa. Kalau kebutuhan haÂrian elpiji rata-rata mencapai 11.300 ribu Metrik Ton (MT) per haÂri, selama puasa dan pasca LeÂbaran hanya 11.600 ribu MT per hari.
“Konsumsi pola masyarakat kita itu unik. Kami perkirakan konsumsi masyarakat cuma naik 300 metric ton. Kenapa, karena pola konsumsi masyarakat di bulan puasa cenderung flat, apalagi banyak orang yang makan di luar, jarang masak bahkan pada saat hari raya atau setelah Lebaran,†jelasnya.
Kendati begitu, pihaknya tetap mengantisipasi jika terjadi lonjakan kebutuhan pasca LebaÂran dengan memperluas jaringan distribusi dan mengintensifkan kerja sama dengan minimarket. Ini dilakukan supaya masyarakat tidak susah mencari elpiji dan harganya tidak dimainin oleh para spekulan.
“Untuk antisipasi agen yang pulang kampung, sejak H-7 hingga H+7 kita sudah menguÂmumkan kepada masyarakat untuk memperoleh elpiji di miÂnimarket seperti Alfamart, IndoÂmaret atau di outlet lain,†tuturnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini meÂyakinkan pasokan elpiji nasional Ramadhan hingga pasca Lebaran aman. Guna mengantisipasi keÂlangkaan elpiji saat Lebaran, peÂmerintah siap menambah pasokan 10 persen. Penambahan elpiji 3 kg dan 12,5 kg telah dilakukan mulai Juli-Agustus 2012. [HARIAN RAKYAT MERDEKA]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55
UPDATE
Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10
Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00
Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44
Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34
Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03
Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41
Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39