ilustrasi
ilustrasi
Menurut Ade, penurunan itu dikarenakan pola konsumsi pemÂbelian produk tekstil masyaÂrakat Indonesia sudah berubah.
“Kalau dulu orang banyak beli baju pas mendekati Lebaran. Nah, saat ini sebelum puasa saja orang sudah pada belanja,†kataÂnya kepada Rakyat Merdeka.
Dikatakannya, perusahaan yang tergabung dalam API sudah mengantisipasi kenaikan perminÂtaan dengan memproduksi dari seÂbelum Ramadhan. Hal itu dilaÂkukan karena masa libur Lebaran tahun ini sedikit lebih panjang dibanding tahun sebelumnya.
“Kami sudah nyicil persiapanÂnya sejak lama karena banyak pabÂrik yang libur produksi selama masa Lebaran. Selain itu supaya karyawan kami juga bisa libur,†jelasnya.
Ade menganggap maraknya produk impor yang masuk ke pasaran Indonesia, secara langÂsung membawa dampak terhadap produk tekstil lokal. Terlihat pada semester pertama 2012 mengaÂlami penurunan produksi sebesar 5-6 persen.
Penurunan kinerja industri TPT pada semester I tahun ini diseÂbabkan oleh aturan perpajakan yang belum mendukung proÂdukÂtivitas industri TPT dalam negeri. Menurutnya, sistem pajak perÂtambahan nilai (PPN) yang dikeÂnakan terhadap industri tekstil kurang cocok bagi industri karena masih berbasis pada pengeluaran.
Hal ini menyebabkan pelaku industri merasakan beban yang lebih berat pada proses produksi. Karena aturan PPN yang berbasis pada pengeluaran ini, mau tak mau industri tekstil perlu menaikkan harga jual produknya. “Ini yang menyebabkan daya saing tekstil nasional jadi tergerus,†keluhnya.
Produksi tekstil nasional saat ini masih dikuasai produk tekstil asal Bandung Raya sebesar 54 persen dan sisanya antara lain berasal dari Banten, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Sejak 2005, trend penurunan perÂmintaan produk tekstil naÂsional terus tergerus. Ini diseÂbabkan masyarakat menengah atas mulai beralih pada produk impor. “Peningkatan pembelian pada bulan puasa hanya pada masyarakat kelas menengah ke bawah,†cetus Ade. [HARIAN RAKYAT MERDEKA]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55
UPDATE
Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10
Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00
Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44
Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34
Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03
Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41
Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39