ilustrasi
ilustrasi
RMOL. PT Pegadaian (Persero) meÂnyiapÂkan anggaran lebih selama bulan puasa hingga Lebaran tahun ini. Anggaran tersebut sebesar Rp 9 triliun, menyusul meningkatnya minat masyaÂrakat menggadaikan barangnya untuk keperluan dua agenda tahunan tersebut.
“Seperti tahun-tahun sebeÂlumÂnya, tak jarang masyarakat yang menggadaikan barangnya untuk memenuhi kebutuhan seperti persiapan puasa maupun kebutuhan Lebaran,†kata Direktur Bisnis 2 Pegadaian Wasis Djuhar di Jakarta.
Menurut dia, penambahan anggaran yang besarnya Rp 9 triliun itu lebih banyak 20 persen dibanding bulan-bulan biasanya yang hanya Rp 7,8 triliun. Sebab, indikasi akan terjadinya luapan masyarakat menggadaikan barangnya sudah terlihat sejak awal puasa lalu. KeÂbanyakan masyarakat berÂbondong-bonÂdong datang ke PegÂadaian, sebaÂgian besar pedagang musiman yang memÂbuÂtuhkan modal untuk berdagang.
Berdasarkan data yang dikeÂluarkan Pegadaian, nasabah yang menggadaikan barangnya paÂda semester I 2012 tumbuh 10 perÂsen dibanding periode sama taÂhun lalu. Tapi jika dilihat berÂdasarkan pinjaman yang telah disaÂlurkan nasabah pada semesÂter I 2012 tumbuh 33 persen diÂbanding periode sama tahun lalu.
Sedangkan jenis barang yang digadaikan nasabah, 90 persen masih berupa emas perhiasan. Sisanya kendaraan bermotor dan elektronik.
Selain itu, Wasis juga optiÂmis perseroan akan menÂcapai target penjualan emas di akhir tahun. Hal tersebut terindikasi dengan meningkatnya penÂjualan emas murni melalui kredit terhadap nasabah hingga semester I tahun ini.
“Masyarakat sepertinya semakin menikmati sistem penjualan emas murni yang berbentuk kepingan dengan skema kredit berjangka. Mulai emas dari satu gram sampai satu kilogram,†ungkapnya.
Kontribusi penjualan emas murni pada semester I 2012 disumbang di dua kota yakni Jakarta dan Palembang. SeÂdangÂkan berdasarkan wilayah Jakarta 1 menyangkup wilaÂyah Jakarta Timur, Jakarta PuÂsat, Jakarta Selatan dan Bogor telah melebihi omzet Rp 71 miliar.
Sedangkan Jakarta 2 yang menyangkup Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Banten mencapai Rp 56 miliar serta Palembang mencapai Rp 53 miliar. [HARIAN RAKYAT MERDEKA]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10
Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00
Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44
Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34
Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03
Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41
Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39