Berita

ilustrasi

Bisnis

Pegadaian Siapkan Anggaran Rp 9 Triliun

Minat Masyarakat Tinggi
MINGGU, 19 AGUSTUS 2012 | 10:36 WIB

RMOL. PT Pegadaian (Persero) me­nyiap­kan anggaran lebih selama bulan puasa hingga Lebaran tahun ini. Anggaran tersebut sebesar Rp 9 triliun, menyusul meningkatnya minat masya­rakat menggadaikan barangnya untuk keperluan dua agenda tahunan tersebut.

“Seperti tahun-tahun sebe­lum­nya, tak jarang masyarakat yang menggadaikan barangnya untuk memenuhi kebutuhan seperti persiapan puasa maupun kebutuhan Lebaran,” kata Direktur Bisnis 2 Pegadaian Wasis Djuhar di Jakarta.

Menurut dia, penambahan anggaran yang besarnya Rp 9 triliun itu lebih banyak 20 persen dibanding bulan-bulan biasanya yang hanya Rp 7,8 triliun. Sebab, indikasi akan terjadinya luapan masyarakat menggadaikan barangnya sudah terlihat sejak awal puasa lalu. Ke­banyakan masyarakat ber­bondong-bon­dong datang ke Peg­adaian, seba­gian besar pedagang musiman yang mem­bu­tuhkan modal untuk berdagang.

Berdasarkan data yang dike­luarkan Pegadaian, nasabah yang menggadaikan barangnya pa­da semester I 2012 tumbuh 10 per­sen dibanding periode sama ta­hun lalu. Tapi jika dilihat ber­dasarkan pinjaman yang telah disa­lurkan nasabah pada semes­ter I 2012 tumbuh 33 persen di­banding periode sama tahun lalu.

Sedangkan jenis barang yang digadaikan nasabah, 90 persen masih berupa emas perhiasan. Sisanya kendaraan bermotor dan elektronik.

Selain itu, Wasis juga opti­mis perseroan akan men­capai target penjualan emas di akhir tahun. Hal tersebut terindikasi dengan meningkatnya pen­jualan emas murni melalui kredit terhadap nasabah hingga semester I tahun ini.

“Masyarakat sepertinya semakin menikmati sistem penjualan emas murni yang berbentuk kepingan dengan skema kredit berjangka. Mulai emas dari satu gram sampai satu kilogram,” ungkapnya.  

Kontribusi penjualan emas murni pada semester I 2012 disumbang di dua kota yakni Jakarta dan Palembang. Se­dang­kan berdasarkan wilayah Jakarta 1 menyangkup wila­yah Jakarta Timur, Jakarta Pu­sat, Jakarta Selatan dan Bogor telah melebihi omzet Rp 71 miliar.

Sedangkan Jakarta 2 yang menyangkup Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Banten mencapai Rp 56 miliar serta Palembang mencapai Rp 53 miliar. [HARIAN RAKYAT MERDEKA]



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya