Berita

anggota pussy riot, Nadezhda Tolokonnikova/EPA

Dunia

Vladimir Putin Direpotkan Pussy Riot

SABTU, 18 AGUSTUS 2012 | 10:45 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Moskow mendapat kecaman internasional karena pengadilannya menghukum tiga anggota band punk perempuan, Pussy Riot, dengan dua tahun penjara.

Tiga perempuan muda Pussy Riot dinyatakan bersalah karena dianggap memicu kebencian agama. Memang, pada Februari lalu, mereka melakukan aksi anti-Putin di sebuah katedral di Moskow. Video protes itu dapat dilihat pula di YouTube.

Sedangkan para musisi muda itu mengatakan, protes mereka di dalam Katedral Kristus Juruselamat pada 21 Februari lalu diarahkan pada dukungan pemimpin Gereja Ortodoks untuk Vladimir Putin, yang dua minggu kemudian terpilih untuk masa jabatan ketiga sebagai presiden Rusia.


Mereka mengutuk hubungan tidak independen antara negara dan gereja Ortodoks di Rusia. Katedral Kristus Juru Selamat di Moskow itu dikenal sebagai jantung aktivitas Kristen Ortodoks Rusia. Sementara pembela hukum Pussy Riot menyebut hukuman itu bermotifkan politik.

Turut memprotes juga adalah pemerintah AS, Uni Eropa dan kelompok hak asasi manusia internasional. Amnesty International mengatakan mereka harus dibebaskan segera.

Gereja Ortodoks Rusia mengatakan protes itu merupakan "penghujatan" tetapi juga meminta grasi bagi para personel band punk feminis itu.

Hukuman itu dijatuhkan oleh Hakim di Moskow, Marina Syrova, yang menemukan Maria Alyokhina (24), Nadezhda Tolokonnikova (22), dan Yekaterina Samutsevich (29) bersalah atas hooliganisme termotivasi oleh kebencian agama. Dia mengatakan mereka telah "kasar merusak tatanan sosial".

Diklaim pemerintah Rusia, banyak warga yang benar-benar marah atas protes di katedral yang dilakukan para musisi punk itu, dan Vladimir Putin pun berharap untuk mendapatkan dukungan dari konstituen yang konservatif.

Putin tampaknya percaya bahwa cara untuk mengatasi perbedaan pendapat di Rusia saat ini adalah untuk menerapkan tekanan pada oposisi baru. Putin juga tampaknya yakin bahwa kecaman internasional malah membuat marah sekelompok masyarakat Rusia yang masih sangat curiga pada kekuatan Barat.

Juru bicara Gedung Putih Josh Earnest mengatakan Amerika Serikat memiliki "keprihatinan serius" terhadap kasus yang menimpa para remaja putri itu, yang menurut AS telah telah diperlakukan tak adil oleh sistem peradilan Rusia. [ald]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya