Berita

pks/ist

CENTURYGATE

Meski SBY Membantah, Politisi PKS Yakin Pertemuan Oktober 2008 Membahas Century

KAMIS, 16 AGUSTUS 2012 | 15:23 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Meskipun Presiden SBY telah membantah, namun anggota Timwas Century, Fahri Hamzah percaya pertemuan bulan  Oktober 2008 membahas skenario pencairan dana talangan Century.

"Harusnya dibilang saja. Ini kebijakannya dibantah, lalu dalam pelaksanaannya pun kebijakan itu rusak. Terutama oleh KSSK dan BI dua-duanya salah," kata Fahri di DPR, Jakarta, Kamis (16/8)

Menurut politisi PKS ini, pertemuan itu dianggap mengungkap fakta baru soal Bank Century, karena selama ini orang-orang disekeliling SBY selalu menutup-nutupinya. Mestinya pemerintah menegaskan hal tersebut dengan jelas dan terbuka, karena itu adalah kebijakan. "Itu tidak akan menjadi persoalan," ungkapnya


Namun ia menyayangkan mengapa baru sekarang hal itu diungkapkan oleh eks ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Antasari Azhar. Kalau diungkap sebelumnya, Pansus Century DPR pasti meminta keterangan kepada presiden.

"Seharusnya dibuka pada saat Pansus. Harusnya pertemuan itu dibuka. Sayangnya Pak Jusuf Kalla sebagai pemegang kekuasaan ad interim tidak tahu itu, Itu yang saya sayangkan kenapa dari dulu gak dibuka. Harusnya dulu presiden bisa dipanggil. Pak JK, Boediono dipanggilkan," kata Fahri.

Untuk itu dengan fakta yang baru, kepada KPK kata Fahri masalah itu. Diserahkan, karena lembaga itulah yang berwenang memberikan status hukum.

Sebagai diketahui, Antasari dalam wawancara khususnya dengan salah televisi mengungkapkan adanya pertemuan di Istana Merdeka pada 9 Oktober 2008 yang dilakukan untuk membahas antisipasi terhadap krisis keuangan dunia ketika itu dan mengakui ada pembahasan dana talangan Century. [arp]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya