Berita

Kapolri Pastikan Bersinergi dengan KPK Usut Kasus Simulator SIM

KAMIS, 16 AGUSTUS 2012 | 12:41 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Siapapun yang menjadi tersangka, termasuk anggota Kepolisian, berhak didampingi oleh pengacara.

Hal itu diungkap Kapolri Jenderal Timur Pradopo di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, (16/8).

Karena itu, Timur membantah menunjuk pengacara yang mewakili lembaganya untuk mencari kesalahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas penyidikan kasus simulator SIM yang menyeret elit di lembaganya.

"Penunjukan pengacara tersebut dilakukan oleh para tersangka," ujarnya.

Mereka, kata Timur, adalah pengacara tersangka yang diperiksa oleh Polri. Sebab siapapun yang diperiksa Polri berhak didampingi pengacara.

Soal penyidikan terhadap kasus itu, pihaknya akan berpegangan pada UU. Sehingga bila KPK juga tetap menyidik kasus itu, pihaknya akan bersinergi. Karena hal itu sudah diatur dalam UU.

Sementara mengenai rencana membawa sengketa kewenangan itu ke Mahkamah Konstitusi, Timur membantahnya. Tak ada niat ke arah sana. "Siapa yang bilang akan dibawa ke MK? Kami dengan KPK akan bersinergi," katanya meyakinkan.

Polri dan KPK saat ini sama-sama menyidik kasus korupsi proyek simulator SIM. Polri telah menetapkan lima orang sebagai tersangka.

Yaitu, Wakil Kepala Korps Lalu Lintas Brigjen Didik Purnomo; Kepala Primer Koperasi Polisi; AKP Teddy Rusmawan; Bendahara Korps Lalu Lintas Komisaris Legimo; Direktur Utama PT Inovasi Teknologi Indonesia Sukotjo S. Bambang; dan Direktur PT Citra Mandiri Metalindo Abadi Budi Susanto.  

Sementara KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka. Mereka adalah mantan Kepala Korps Lalu Lintas Irjen Djoko Susilo; Brigjen Didik Purnomo; Sukotjo S. Bambang dan Budi Susanto. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya