Berita

denny ja

Denny JA Sebarkan Bibit Toleransi di Indonesia Lewat Jalan Budaya

KAMIS, 16 AGUSTUS 2012 | 09:38 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Sudah sekitar setahun terakhir Denny Januar Ali punya dunia lain di luar dunia survei dan konsultasi politik yang merupakan trademark utama alumni Universitas Ohio, Amerika Serikat ini.

Baru-baru ini Denny JA mendirikan Yayasan Denny JA untuk Indonesia Tanpa Diskriminasi. Yayasan ini menggunakan piranti kebudayaan untuk menyebarkan semangat Indonesia yang beragam dan toleran.

Beberapa bulan lalu pendiri Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) ini telah merampungkan buku puisi esai yang ditulisnya berjudul "Atas Nama Cinta". Buku yang terdiri dari lima puisi esai itu membicarakan berbagai tema menganai diskriminasi yang kerap mewarnai perjalanan cinta anak manusia.

Kelima puisi esai tersebut berjudul Sapu Tangan Fang Yin, Romi dan Yuli dari Cikeusik, Minah Tetap Dipancung, Cinta Terlarang Batman dan Robin, serta Bunga Kering Perpisahan.

"Kelima naskah itu soal kisah cinta yang terhalang dalam masyarakat Indonesia yang diskriminatif baik secara etnik, agama, gender, maupun orientasi seksual," ujar Denny JA kepada Rakyat Merdeka Online, Kamis (16/8).

Inovasi Denny JA tak berhenti sampai di situ. Lima naskah teater monoplay dan musikal telah ditulis oleh Indra Trenggono, Isti Nugroho, Simon HT, dan beberapa budayawan lainnya berdasarkan kelima puisi esai karya Denny JA itu. Budayawan Putu Wijaya tak ketinggalan ikut memberikan catatan akhir pada kumpulan naskah monoplay dan musikal itu.

"Naskah ini segera dijadikan bahan untuk festival teater dan lomba pentas teater di Jakarta, Bandung dan Jogjakarta. Ini kerja bareng budayawan menyentuh hati untuk Indonesia yang beragam," ujar Denny JA lagi sambil menambahkan setelah menjadi naskah drama dan film, dalam waktu dekat tema besar tersebut akan merambah dunia fotografi, lukisan, dan lagu.

"Ini adalah gerakan budaya untuk menyentuh hati: Indonesia Tanpa Diskriminasi," demikian Denny JA. [guh]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya