Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

DPR Bakal Kaji Kenaikan Gaji Guru Rp 10,1 Triliun

Uji Kompetensi Guru Masih Jeblok
SELASA, 14 AGUSTUS 2012 | 08:14 WIB

DPR bakal mengkaji usulan kenaikan dana alokasi umum (DAU) untuk pos belanja gaji dan tunjangan guru pegawai negeri sipil (PNS) sebesar Rp 10,1 triliun pada 2013.

Pasalnya, Kementerian Pen­didikan dan Kebudayaan (Ke­mendikbud) dianggap nggak becus memberikan pembekalan karakter serta meningkatkan kua­litas guru. Gagalnya uji kom­pe­tensi guru (UKG) dengan meng­gunakan sistem online di Ban­dung, merupakan bukti pe­me­rintah tidak serius mening­kat­kan dunia pendidikan nasional.

Hal itu dikatakan anggota Ko­misi X DPR bidang Pen­di­dikan Raihan Iskandar yang ke­cewa atas gagalnya pelaksanaan uji kompentensi guru di Bandung.

“Uji kompetensi guru adalah salah satu syarat untuk me­naik­kan gaji dan tunjangan guru. Itu­lah yang  akan jadi per­tim­bang­an dan putusan DPR nanti. Ja­ngan sampai hanya memi­kirkan insen­tif lebih, tapi tidak efektif. Pem­bekalan karakter ser­ta kua­litas gu­ru lah yang harus men­jadi prio­ritas pemerintah,” tegas Raihan di Jakarta, kemarin.

DPR mengaku prihatin terha­dap gagalnya ujian kompentensi guru ini. Padahal, program ujian tersebut dinilai sangat penting un­tuk menyaring guru-guru yang berkualitas.

“Saya kira kenaikan gaji ini sa­ngat baik. Hanya saja harus di­dukung dengan sistem pen­di­dikan nasional yang ber­kua­litas. Salah satunya program kom­pe­tensi guru. Dengan kom­pe­tensi itu, maka dapat menelorkan guru dan anak didik yang ber­kua­litas bagi kemajuan bangsa dan ne­gara ke depan,” ujar Raihan.

Koordinator Divisi Moni­to­ring Pelayanan Publik Indonesia Cor­ruption Watch (ICW) Febri Hendi mengatakan, usulan ke­naikan ga­ji dan tunjangan guru dianggap tidak perlu. Sebab, masih di-co­ver biaya tunjangan profesi guru.

“Pemerintah harusnya mem­prioritaskan rehabilitas sekolah. Karena dana tersebut lebih pan­tas digunakan untuk rehabi­litasi se­kolah sebagai dasar dari pe­ning­katan kualitas pendi­di­kan, ke­tim­bang pengem­bangan in­sentif,” saran Febri.

ICW mengharapkan, kenaikan gaji dan tunjangan guru ini tidak dipaksakan sebelum adanya pem­benahan sistem pendidikan, antara lain lewat uji kompetensi guru. “Buat apa menaikkan gaji, kalau kualitasnya rendah. Se­baik­nya anggaran tersebut di­alihkan untuk membangun se­kolah yang rusak,” tegasnya.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mus­liar Kasim mengatakan, kenaik­an anggaran untuk gaji dan tun­ja­ngan guru tahun depan bukan di­karenakan ada program-prog­ram khusus.

Tetapi kenaikan ini lebih dise­babkan karena trend inflasi, per­tambahan jumlah guru dan mun­culnya promosi go­lo­ngan ke­pangkatan yang ber­pe­ngaruh pada gaji pokok dan tunjangan.

“Kami juga menghitung akan ada kenaikan jumlah guru PNS yang lumayan besar antara pe­riode 2012 hingga 2013. Tahun ini Kemendikbud mencatat jum­lah guru PNS sebanyak 1.713.379 orang. Dengan begitu, kenaikan DAU tersebut wajar,” ujar Musliar.

Kemendikbud menyimpulkan, anggaran gaji guru PNS pe­riode 2011 dipatok sebesar Rp 92,59 triliun dan pada periode 2012 naik menjadi Rp 102,05 triliun. Selanjutnya tahun depan Kemen­dikbud sudah meng­hitung jika anggaran gaji plus tunjangan guru PNS senilai Rp 112,15 triliun atau naik sebesar Rp 10,1 triliun.  [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya