ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
Angka kematian GB mencapai 2-3 kali lebih tinggi daripada skizofrenia (gangguan mental) dan angka kematian ini meÂning Âkat terkait komorbiditas atau penggunaan zat. Penyebab keÂmaÂtian terbanyak akibat bunuh diri sebanyak 10-20 persen dan 30 persen kasus gangguan bipolar pernah mencoba bunuh diri.
Kepala Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto MaÂngunkusumo (FKUI RSCM) Ayu Agung Kusumawardhani mengatakan, gangguan bipolar belum diketahui secara pasti peÂnyebabnya.
Namun, beberapa duÂgaan meÂngarah pada aktivitas virus yang menyerang otak saat masa janin dalam kandungan atau di tahun pertama sesudah lahir. Setelah 15-20 tahun, virus tersebut berubah wujud menjadi bipolar, kemudian diÂtambah adanya faktor genetik.
Menurut Diagnostic and StaÂtistical Manual of Mental DiÂsorders (DSM), ada 4 tipe GB. Yakni, GB I, yaitu suatu perjaÂlanan klinis dengan satu atau lebih episode manik atau camÂpuran dan biasanya diikuti deÂngan episode depresi mayor (umumnya cukup parah dan perlu perawatan di rumah sakit).
GB II dengan satu atau lebih episode depresi mayor dan diikuti sedikitnya satu episode hipoÂmanik, namun tidak pernah ada episod manik atau campuran. Kemudian, Bipolar Disorder Not Otherwise Specified (BP-NOS) yang ditandai dengan gejala-gejala bipolar, tapi tidak meÂmenuhi kriteria GB spesifik.
GB tipe Cyclothymia ditandai dengan adanya sejumlah episode hipomanik atau gejala depresi, tetapi gejala itu belum memenuhi kriteria manik atau depresi maÂyor. Tetapi gejala itu mungkin bisa berkembang menjadi GB I atau II pada 15-50 persen pasien.
Prevalensi GB selama kehiÂdupan cukup tinggi, yaitu GB I, 1 persen dan GB II sebanyak 4 persen dengan rasio lelaki. PeÂremÂpuan sama dengan rata-rata 15-24 tahun dan penyebab keÂmaÂtian tertinggi adalah bunuh diri seÂhingga suicidal ideation wajib diÂdeteksi pada setiap penderita GB.
“Sayangnya GB sering tidak terdeteksi, padahal angka keÂmaÂtiannya meningkat terkait dengan komorbiditas pengguÂnaan zat dan penyakit medis lainÂnya,†ungkap Ayu Agung pada Seminar Media di Jakarta, kemarin.
Deteksi dini gangguan bipolar, menurutnya, dapat dilakukan dengan menggunakan The Mood Disorder Questionaire (MDQ) dengan melihat gejala-gejala paÂda pasien. Yaitu, perasaan gemÂbira yang lebih dari biasanya, saÂngat iritabel, memiliki keperÂcayaan diri yang tinggi.
Kemudian, dia merasa tidak memerlukan waktu untuk tidur, banyak bicara atau berbicara lebih cepat dari biasanya, energik dan sangat aktif, pikiran berÂlomba, konsentrasi mudah terÂalih, memiliki masalah pada lingkungan sosial dan pekerjaan, lebih tertarik terhadap sekÂsuaÂlitas, memiliki perilaku yang beÂrisiko dan boros.
Ada tiga rumus yang dapat digunakan untuk memprediksi bipolar pada seseorang, yakni dengan melihat apakah mengÂalami episoÂde depresi mayor, seÂperti kegaÂgalan perkawinan, keÂgagalan berespons terhadap antiÂdepresan, memiliki saudara kanÂdung yang menderita gangguan mood, terindikasi penyaÂlahÂguÂnaan zat, memiliki perilaku impulsif (berjudi, meÂngeÂmudi mobil deÂngan sangat cepat, sekÂsual), berpacaran secara simultan, peÂkerÂjaan simultan. Kemudian terdiagÂnosis memiliki gangguan kepriÂbaÂdian, histronik, dan psiÂkotik. Serta sangat meÂnyukai benÂda-benda atau akÂsesoris berÂwarna merah.
Ketua seksi Bipolar PerÂhimÂpunan Dokter Spesialis KedokÂteran Jiwa (PDSKJI) Handoko Daeng mengatakan, gejala yang bervariasi dan tumpang tindih dengan gangguan psikiatri lain seringkali menyebabkan misÂdiagnosis terhadap GB. Untuk itu, disarankan segera lakukan deteksi dini dan berkonsultasi dengan psikiater. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 23 Maret 2026 | 01:38
Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08
Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03
Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50
Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12
Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43
Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15
UPDATE
Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:53
Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:38
Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:53
Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:17
Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:53
Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:24
Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:52
Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:40
Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:28
Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:12