Berita

ilustrsi, Stiker BBM Non Subsidi

Bisnis

Menteri Wacik Kok Minta Pemda Biayain Stiker BBM Non Subsidi

Penghematan BBM Masih Ada Kendala
JUMAT, 10 AGUSTUS 2012 | 08:06 WIB

.Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengakui program penghematan bahan bakar minyak (BBM) subsidi melalui pemasangan stiker BBM non subsidi di mobil dinas pemerintah pusat dan daerah masih ada kendala.

Meski begitu, dia memastikan program ini tetap berjalan hingga ke daerah-daerah, setelah sebe­lumnya berlaku di Jabodetabek mulai 1 Juni 2012.

Targetnya bulan Agustus ini program pemasangan stiker ini harus mulai diberlakukan di Jawa dan Bali. “Ada kurang-kurang sedikit tapi sudah jalan semua di se­mua provinsi di Jawa Barat, Ja­wa Tengah, Jawa Timur dan Bali sudah dipasang banyak,” ungkap Wacik di Kantor Menko Per­eko­nomian, Jakarta, kemarin.

Menurutnya, jika ada sedikit kekurangan pada program ini, ia anggap wajar karena semua butuh proses. Saat ini, dari 20.000 stiker hanya 7.500 stiker yang disebar oleh Kementerian ESDM dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Untuk itu Wacik meminta daerah bisa membuat stiker sindiri.

“Nggak, mereka (daerah) bisa bikin sendiri juga, daerah-daerah bisa bikin sendiri,” katanya.

Ia menuturkan, bentuk dari model stiker yang dipasang diserahkan ke masing-masing daerah, termasuk masalah pen­da­naan anggaran. Mekanisme pe­ma­sangannya di dalam dan di luar kabin mobil tergantung pem­da masing-masing. “Cuma bikin begituan saja paling bera­pa perak lah. Nggak banyak,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala BPH Migas Andy Noorsaman Someng mengatakan, untuk melanjutkan pro­gram pembatasan BBM ber­subsidi untuk kendaraan peme­rintah di Jawa-Bali diperlu­kan stiker orange sebanyak 200.000 lembar. Pemerintah merogoh kocek hingga Rp 2 miliar.

“Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi Sumber Daya Mineral ditunjuk untuk mem­buat stiker pembatasan BBM, untuk Jawa-Bali dibuat sebanyak 200.000 lembar,” kata Andy.

Menurutnya, untuk pembuatan stiker orange kali ini diyakini kualitasnya jauh lebih baik dibanding stiker sebelumnya yang dibuat untuk Jabodetabek.

“Sebelumnya yang dibuat untuk Jabodetabek pada 1 Juni lalu, kalau saya lihat nelongso, kualitasnya jelek, saat itu dicetak 60.000 stiker,” ungkapnya.  [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya