Berita

oic/ist

Dunia

OKI: Pembantaian Etnis Rohingya Melanggar HAM!

SABTU, 04 AGUSTUS 2012 | 12:51 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dengan tegas menyebut pembantaian etnis Rohingya yang dilakukan oleh pemerintah Myanmar sebagai pelanggaran hak asassi manusia. Pernyataan itu disampaikan saat OKI tengah melakukan pertemuan dengan beberapa kelompok sipil dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dunia serta perwakilan dari PBB.

"Kami mengecam tindakan pelanggaran HAM internasional menyangkut kekejaman yang dialami etnis Rohingya dan mendesak berbagai pihak untuk menekan Pemerintah Myanmar, agar mereka mengizinkan bantuan kemanusian internasional bagi etnis Rohingya," ungkap pihak OKI sebagaimana dikutip AFP (Sabtu, 4/8).

Hasil pertemuan tersebut akan mengupayakan pembentukan sebuah komite yang nantinya akan memantau perkembangan yang terjadi di Myanmar, terkait dengan kondisi etnis Rohingya.


Sedikitnya 78 warga Rohingya tewas dalam konflik di Rakhine, Myanmar sejak Juni lalu. Konflik ini juga menyebabkan puluhan ribu warga terpaksa mengungsi untuk menyelamatkan diri.

Nasib muslim Rohingya di Myanmar memang mengenaskan. Pasalnya, mereka mengalami diskriminasi dan status kewarganegaraannya tidak diakui oleh pemerintah Myanmar. Bahkan Presiden Myanmar Thein Sein pun lebih memilih mendeportasi atau memindahkan Muslim Rohingya dari negaranya.[ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya